Telenovela Terfavorit Sepanjang Masa

Posted: August 17, 2012 in Resensi Film/TV
Tags: , , , , ,

Lucero sebagai Maria Paola dalam Kemelut Cinta (2005)

MASIH ingat di tahun 90-an saat pertelevisian di Indonesia mulai dimasuki tayangan impor dari Amerika Latin? Yak! Saat itu sinetron Indonesia belum menjadi raja di negeri sendiri seperti sekarang ini. Boro-boro tayang setiap hari (stripping), waktu itu jumlah episode nya pun masih sangat sedikit dan minim konflik. Tapi sekarang saya tidak sedang membahas sinetron Indonesia, melainkan sinetron dari Meksiko yang menjadi tayangan kegemaran terutama ibu-ibu saat itu: Telenovela.

Sebenarnya Telenovela atau sering juga disebut novelatina, bukanlah sesuatu yang baru yang tayang di televisi kita waktu itu. Terhitung sebelum kemunculan TV swasta, TVRI sudah lebih dulu menayangkan telenovela asal Brazil, Escrava Isaura. Mungkin karena jam tayang yang larut malam dan hanya tayang seminggu sekali, telenovela tentang budak kulit putih ini hanya terkenal di kalangan dewasa. Menyusul Escrava Isaura, Little Missy yang juga merupakan telenovela produksi negara yang sama, disiarkan saban minggu siang. Nah, booming telenovela asal Meksiko dimulai saat RCTI menayangkan dua telenovela klasik setiap Rabu dan Jumat: No One But You dan Wild Rose. Dari dua telenovela tadi, yang paling mencuri perhatian adalah Wild Rose yang mengisahkan Rosie si gadis miskin yang menikah dengan pemuda tampan dan kaya. Sejak saat itu, telenovela sejenis banyak ditayangkan dan berebut mencari perhatian.

Walaupun telenovela yang ditayangkan tak melulu berasal dari Meksiko, tetapi harus diakui, telenovela Meksiko lebih disukai karena tak berpanjang-panjang episodenya, dialog yang tak bertele-tele, serta memiliki tempo yang lebih cepat ketimbang telenovela dari Amerika Selatan. Berikut saya pilihkan beberapa telenovela yang pernah tayang di Indonesia dan kebetulan menjadi favorit penulis:

1. Wild Rose (Rosa Salvaje) (1987)

Siapa yang masih familiar opening-scene telenovela ini? Gadis miskin bernama Rosie (Rosa) (diperankan oleh Ratu telenovela saat itu, Veronica Castro), naik ke atas pagar tanaman dan mencuri buah plum dan memakannya? Yak! Telenovela dengan tipikal kisah cinderella gadis miskin yang dicintai pemuda tampan dan kaya sekaligus dibenci oleh kedua ipar perempuannya ini menjadi pionir dari tayangan telenovela sejenis di tanah air. Tak dipungkiri, telenovela ini sangat digemari ibu-ibu, termasuk mama saya waktu itu. Rumusan cerita di mana sang protagonis harus menderita sebelum bahagia di pengujung episode menjadi formula kebanyakan kisah telenovela.

Telenovela yang disulih-suarakan ke dalam Bahasa Inggris dan nama-namanya juga ikut disesuaikan ini berkisah tentang Rosie, seorang anak gadis yang dibuang oleh keluarganya yang kaya raya, dia diasuh oleh Samantha (versi original, Tomasa) seorang pembantu miskin. Suatu hari Rosie mencuri plum di rumah keluarga kaya. Tak disangka, Richard (Guillermo Capetillo), salah satu anggota keluarga itu jatuh hati dan menikahinya. Hubungan ini tak disetujui oleh dua kakak perempuan Richard, Dorothy dan Candy (Dulcina & Candida) walau didukung oleh kembaran Richard, Roger (Rogelio, diperankan juga oleh Guillermo Capetillo), sehingga dua perempuan ini berupaya terus menerus menyiksa Rosie dan memisahkannya dari Richard. Telenovela ini juga sebagai pembuka awal penggemar telenovela menyaksikan aksi jahat Laura Zapata (pemeran Dorothy) sebagai spesialis antagonis di telenovela-telenovela selanjutnya.

Guillermo Capetillo & Veronica Castro

2. Maria Mercedes (1992)

Ah, siapa yang tak terpesona dengan lenggak-lenggok gadis cantik bak boneka bergaun merah yang sedang menari salsa sambil bernyanyi ini? Thalia, si ratu telenovela tahun 90-an ini muncul dengan debutnya dalam serial novelatina mengharu-biru Maria Mercedes. Maria yang hidup miskin dengan ayah pemabuk dan empat saudaranya, harus berjuang menghidupi keluarganya dengan berjualan lotere dan bunga. Di lain pihak, Santiago, seorang kaya yang sakit-sakitan berupaya agar Malivina (Laura Zapata), bibinya yang culas dan kemaruk harta, tidak mendapat warisan darinya apabila dia meninggal. Itulah sebabnya, Santiago membujuk Maria yang polos agar bersedia menikah dengannya. Setelah meninggal, betapa murkanya Malvina saat tahu bahwa Maria si miskin-lah  yang mewarisi harta kekayaan Santiago. Dengan segala cara Malvina bertekad mendapatkan harta warisan Santiago termasuk memanipulasi anaknya, Jorge Luis agar menikahi Maria dan menceraikannya setelah berhasil menguras hartanya. Jorge Luis yang lemah pada mamanya awalnya menolak karena dia baru saja ditinggal mati istrinya yang terbunuh di hari pernikahan mereka. Belakangan Jorge Luis benar-benar jatuh hati pada Maria. Sementara itu, Magnolia, ibu dari Maria Mercedes yang merasa bersalah telah meninggalkan anak-anaknya, berusaha mendapatkan kembali kepercayaan mereka.

Yang memorable dari telenovela ini adalah, siapa yang jahat akan mendapatkan balasan setimpal. Termasuk Malvina yang menjadi gila dan penjahat lainnya yang tewas mengenaskan. Tidak lupa pula dengan tokoh Mistica. Perempuan penggoda mantan kekasih Jorge Luis ini selalu mengenakan pakaian serba hitam dan mengendarai motor. Ajaibnya, jump-suit pink yang dia kenakan saat mengendarai motor bisa dengan sekejap berubah menjadi gaun cantik saat masuk ke dalam rumah. Ada-ada saja…

3. Kemelut Cinta (Lazos de Amor) (1995)

Dikisahkan, saat kanak-kanak tiga gadis kembar ini (saat dewasa ketiganya diperankan oleh Lucero) mengalami kecelakaan mobil yang menewaskan kedua orang tua mereka. Malangnya, Maria Guadalupe, salah satu dari kembar tiga itu hanyut dan hilang ingatan serta kemudian diasuh oleh seorang wanita miskin yang tak memiliki anak. Sementara itu dua kembarannya, Maria Fernanda yang menjadi buta akibat kecelakaan itu, dan Maria Paola, diasuh oleh nenek mereka yang kaya raya. Bertahun-tahun sang nenek yang yakin cucunya masih hidup berusaha mencari jejak Maria Guadalupe. Bertahun-tahun pula Anna, ibu angkat Maria Guadalupe menyembunyikan fakta bahwa anaknya itu masih memiliki keluarga. Sampai akhirnya mereka berdua hijrah ke Mexico City untuk mengikuti ambisi Maria Guadalupe menjadi penyanyi. Semakin sulitlah bagi Anna untuk terus menerus menutupi identitas asli Maria Guadalupe, terlebih karena semakin banyak orang yang mengenali wajah identik Maria Guadalupe dengan dua kembarannya. Sementara itu, Maria Paola yang tidak ingin berbagi kasih sayang dan harta keluarganya terus menerus meyakinkan sang nenek bahwa Maria Guadalupe telah tewas.

Plot yang tidak lazim seperti telenovela lain membuat Kemelut Cinta menjadi pilihan favorit saya selanjutnya. Hubungan batin ketiganya akan terkoneksi seketika saat salah satu dari si kembar itu mengalami masalah. Akting Lucero memerankan tiga karakter berbeda: Maria Paola yang culas, Maria Fernanda yang lembut, serta Maria Guadalupe yang periang, patut diacungi jempol. Adegan saat identitas Maria Guadalupe akhirnya diketahui keluarganya, saya akui menjadi momen yang sangat dikenang dari telenovela ini.

4. Esmeralda (1997)

Esmeralda (Leticia Calderon) yang terlahir lemah dan buta menyebabkan sang bunda ‘menyingkirkan’ dan menukarnya dengan bayi laki-laki yang sehat agar sang suami tidak murka. Diasuh oleh Dominggas, Esemeralda tumbuh menjadi gadis cantik yang baik hati. Sementara itu, Jose Armando (Fernando Colunga), anak yang diasuh oleh orang tua asli Esmeralda juga tumbuh menjadi pemuda tampan. Keduanya bertemu dan saling jatuh cinta. Masalah timbul saat Don Rodolfo, ayah sesungguhnya dari Esmeralda yang keras hati, menentang hubungan mereka. Bianca, ibunda Esemeralda tak bisa berbuat apa-apa karena itu artinya dia harus membuka kebohongan yang dia ciptakan sendiri selama bertahun-tahun.

Alur cerita yang mengharu-biru menjadi kekuatan telenovela ini. Terbukti sejak tayang pertama kali, telenovela ini paling banyak diputar ulang atas permintaan penggemar.

5. Cinta Paulina (La Usurpadora) (1998)

Telenovela ini menandakan debut awal Gabriela Spanic, bintang telenovela asal Venezuela di Meksiko. Salah satu telenovela tersukses sepanjang masa ini menasbihkan Gaby ke jajaran bintang telenovela papan atas. Kisahnya sendiri termasuk di luar mainstream ala Cinderella sehingga menjadi salah satu telenovela favorit saya. Diceritakan, Paulina yang bekerja di sebuah resor bertemu dengan Paola, wanita kaya ambisius yang kebetulan memiliki wajah yang sama persis dengannya. Paola yang istri seorang pria pengusaha ingin menghindar dari tugasnya menjadi ibu rumah tangga dan memilih untuk bersenang-senang dengan selingkuhannya di eropa. Itulah sebabnya, dia memaksa Paulina untuk menggantikan dirinya sampai dia kembali. Malangnya, Paola mengalami kecelakaan dan koma sehingga Paulina harus tinggal lebih lama di keluarga itu.

Awalnya, Paulina yang menggantikan Paola membuat anggota keluarga yang mengenal Paola sebagai wanita bertabiat buruk terkejut dengan perubahan sifatnya. Paulina yang cerdas dan baik hati membantu membereskan semua masalah yang ada di keluarga itu serta mendapat kepercayaan dari anak tiri Paola dari suaminya, Carlos Daniel (Fernando Colunga). Kerumitan mulai terjadi saat Paulina diam-diam jatuh cinta pada Carlos Daniel. Lebih-lebih, saat Paola yang sadar dari koma, kembali ke Meksiko dan berniat mengambil tempatnya lagi dari Paulina.

Saking suksesnya telenovela ini, TPI (sekarang MNCTV) sampai rela mendatangkan Gabriela Spanic ke Indonesia waktu itu. Antusiasme penggemar terlihat saat mereka menyanyikan lagu tema telenovela ini yang dibuat bersi bahasa Indonesianya ketika Gaby berkunjung.

6. Rubi (2005)

Dan, inilah telenovela terakhir yang masih saya ikuti penuh seluruh episode nya. Berbeda dengan telenovela lainnya, Rubi mengedepankan sepak terjang sang tokoh antagonis menjadi sentral cerita dari awal sampai akhir. Rubi (Barbara Mori), gadis cantik, ambisius, dan berbahaya. Dia tinggal bersama kakak perempuannya. Berkat beasiswa dan upaya keras kakaknya, Rubi yang berasal dari kalangan bawah berhasil kuliah di sebuah kampus elit. Di sana dia berteman baik dengan Maribel (Jaqueline Bracamontes), gadis cantik dari keluarga kaya namun memiliki kaki yang cacat. Rubi sangat iri dengan kehidupan Maribel. Setelah dia dipertemukan dengan Hector (Sebastian Rulli) tunangan Maribel, Rubi jatuh cinta pada dr. Alejandro (Eduardo Santamarina), sahabat Hector. Menyadari Alejandro bukan berasal dari keluarga kaya, membuat Rubi mendepaknya dan bertekad merebut Hector dari tangan Maribel. Usaha Rubi berhasil. Hector yang terpedaya rayuan Rubi meninggalkan Maribel di hari pernikahannya. Bagaimanapun juga, Rubi tetap  terluka karena sebenarnya dia masih mencintai Alejandro.

Tiga tahun telah berlalu. Saat Rubi kembali dia mendapati Alejandro telah kaya-raya dan telah menikah dengan seorang wanita bernama Sonia. Rubi yang masih mencintai Alejandro berupaya merebutnya kembali. Sayangnya, upaya ini berakhir dengan kematian Sonia yang terjatuh saat bertengkar dengan Rubi. Alejandro yang bersedih jatuh ke dalam pelukan Rubi sehingga dia hamil. Hector yang mengetahui bahwa anak yang dikandung Rubi adalah anak Alejandro menjadi marah dan mengurung Rubi. Saat kabur dari cengkeraman Hector, Rubi mengalami keguguran saat menolong keponakannya dari kecelakaan. Dia berusaha merebut simpati Alejandro, namun setelah tahu bahwa Rubi lah orang terakhir yang menemui Sonia di hari kematiannya, Alejandro membencinya dan memilih untuk menikah dengan Maribel yang diam-diam mencintainya. Rubi yang kacau setelah Hector meninggal karena kecelakaan, berusaha memohon agar Alejandro memaafkannya. Nekad dia mengejar Alejandro sehingga dia terpeleset di tangga dan terjatuh beberapa lantai sehingga wajahnya luka saat menghempas kaca meja. Bukan itu saja, kakinya harus diamputasi untuk menyelamatkan nyawanya. Terbangun dalam kondisi cacat wajah dan kehilangan satu kaki, membuat Rubi kabur dari rumah sakit. Diam-diam dia mendatangi prosesi pernikahan Alejandro dan Maribel dan dari balik kaca dia mengarahkan pistol kepada mereka.

Plot yang tidak lazim, cerita yang penuh intrik, menjadi daya tarik telenovela ini. Walaupun sebenarnya agak riskan menempatkan tokoh antagonis sebagai pemain utama, namun akting Barbara Mori berhasil membuat penonton membenci sekaligus menanti-nanti aksi jahatnya di telenovela ini.

@windddo, dari berbagai sumber. foto-foto: wikipedia

Comments
  1. LubiDan says:

    Hi gerbongtiga, akhirnya yg aku cari2 selama bertahun2 ketemu jg. Sudah lama aku mencari telenovela Lazos de amor. Begitu byknya telenovela di Indo hy Lazos de amor yg paling aku suka. Ketika telenovela ini di tayangkan aku lg nganggur blom dpt kerja jdnya ga begitu stress krn bs nonton telenovela ini hehehehe..

    Setelah telenovela ini selesai selama beberapa thn aku mencari di yutub tp tdk ketemu krn aku benar2 lupa judulnya. Dan hr ini aku ngegogling..whoaaaaa.. *jingkrak2* ketemu berkat ulasan kamu disini.

    Terima kasih banget ya.. oiya.. aku ingin sekali memberikan sesuatu kpdmu atas rasa terima kasihku krn menemukan telenovela ini lagi. Aku hy mengenali dari sampul dr telenovela ini saja. Dan ketika aku baca ulasan nya yipie mmg telenovela ini yg kucari selama ini.

    Utk mengirim souvenir dariku, tolong kirimkan alamat kamu ya.. oiya mampir ke blogku dan kamu bs lihat emailku disana. thx ya..

  2. atik says:

    pengen liat telenovela lagiiiiiiiii…..yang jam tayangnya soreeee…..

  3. Franz says:

    Kapan telenovela ditayangkan lagi di indonesia,kangen sekali melihat thalia sang ratu telenovela.rosalinda,marimar,critanya asyik

  4. Chinta fitry says:

    Maria la del barrio
    Rosalinda
    Carmenita ( abrazame muy fuerte)
    Knp ga ada disni

  5. witazidane says:

    Dulu pernah ada kisah Aron dan Corazon yang rambutnya keriting, miskin, gembel. Itu judulnya apa ya? kayaknya di Indosiar apa SCTV gitu. Tolong, dong, kasih tau…

  6. witazidane says:

    Kalo serial dari Italia yang IVY itu judulnya apa dan di stasiun apa, bantuin dong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s