Anna-and-Elsa-frozen-35562846-500-636RUMAH produksi Walt Disney masih konsisten merilis film dengan tema ‘princess’ atau putri-putri kerajaan. Setelah sukses dengan The Princess and the Frog (2009) dan Tangled (2011) kisah si Rapunzel, menjelang akhir tahun 2013, Disney menghadirkan kisah si ratu salju dalam film Frozen.

Sebagai putri keluarga kerajaan di negeri Arendelle, Elsa dan Anna tak dapat dipisahkan. Tak banyak yang tahu, Elsa si sulung memiliki kemampuan menciptakan salju dan es secara gaib. Suatu hari tanpa sengaja Elsa nyaris mencelakakan Anna, adiknya. Itulah sebabnya, Raja dan Ratu memutuskan untuk mengisolasi Elsa dalam sebuah kamar untuk menghindari malapetaka dari kemampuan ajaibnya yang makin tak terkendali. Read the rest of this entry »

LAGI-LAGI DIMANIPULASI

Posted: October 19, 2013 in Nyinyir
Tags:

1377575_3537198086797_1458067813_nOKE, bulan ini saya jalan-jalan ke toko buku Kinokuniya karena memang ingin mengoleksi majalah baru yang banyak terbit di bulan Oktober. Saya memang pecinta majalah. Apabila ada artikel yang saya pikir menarik, maka saya akan membelinya. Tak semua majalah sih saya beli, terhitung hanya majalah Cosmopolitan Men yang terbit empat bulan sekali dan majalah DaMan yang terbit dwibulanan yang saya beli tiap edisinya. Read the rest of this entry »

Insidious 2 trailer  (Screengrab)EUFORIA kesuksesan film The Conjuring, mau tak mau berimbas pada film kelanjutan Insidious yang tayang beberapa bulan setelahnya. Di hari awal penayangannya, bangku-bangku bioskop terisi penuh oleh penonton film yang juga disutradarai oleh James Wan dan dibintangi Patrick Wilson ini. Rupanya penonton film di Indonesia masih hobi ditakut-takuti ya? hehehe. Bagi anda yang belum menonton bagian pertama film Insidious, direkomendasikan untuk menontonnya terlebih dahulu sebelum menonton film ini. James Wan sepertinya tak mau berpanjang-panjang mengenalkan tokoh-tokoh dalam film, serta menjelaskan benang merah antara bagian pertama film ini dengan sekuelnya. James lebih suka langsung menggedor nyali penonton dengan adegan-adegan seram dan menakutkan. Tidak ingat akhir bagian pertama? oh, baiklah, saya beritahu anda. Keluarga Lambert yang baru saja lega setelah menyelamatkan anak mereka yang bernama Dalton dari alam gaib, ternyata  belum bisa hidup dengan tenang. Paranormal bernama Elise yang membantu mereka berkomunikasi dengan dunia arwah, ditemukan telah tewas. Renai, istri Josh, mencurigai suaminya dirasuki mahluk jahat sepulangnya dari alam baka. Bahkan setelah kepindahan keluarga itu ke rumah lama Josh, teror hantu terus terjadi. Read the rest of this entry »

A015HARI Sabtu, tanggal 24 Agustus 2013 digelar acara bertajuk Pesta Rakyat Maluku yang diselenggarakan di Parkir Timur Gelora Bung Karno. Sebenarnya informasi mengenai acara ini saya dapatkan dari rekan kerja saya di kantor yang kebetulan memang asli dari Ambon, Maluku. Rupanya, kerinduan rekan kerja saya yang sudah belasan tahun belum sempat pulang ke Ambon membuatnya ingin menghadiri acara tersebut. Pesta Rakyat Maluku rencananya akan menggelar bazaar, kuliner khas maluku, serta panggung seni budaya. Saya dan beberapa teman saya yang lain yang kebetulan memang berasal dari Maluku dan ada juga yang biasa bolak-balik ke Maluku seperti saya, ingin mencicipi lagi kuliner-kuliner khas Maluku yang terkenal lezat dan menggugah selera itu. Read the rest of this entry »

The-Call-Image-2SEORANG remaja bernama Leah Templeton menelepon 911, nomor untuk panggilan darurat di Amerika, mengatakan bahwa dirinya diincar seorang pria yang berusaha masuk ke dalam rumahnya. Kebetulan, penerima telepon tersebut adalah wanita bernama Jordan Turner (Halle Berry). Karena sebuah kecerobohan yang dilakukan Jordan, pria yang ternyata seorang penculik dan pembunuh berantai tersebut berhasil menemukan Leah dari persembunyiannya dan nasib Leah berakhir tragis tewas di tangannya. Jordan yang merasa bersalah tak bisa menghilangkan kejadian itu dari pikirannya sehingga dia memilih mundur dari kursi operator dan menjadi mentor 911. Enam bulan kemudian, pelaku penculik itu beraksi kembali. Korbannya kali ini remaja putri bernama Casey Welson (Abigail Breslin) yang diculik pelaku yang sama dari sebuah mall. Sayangnya, Casey sulit untuk dilacak keberadaannya dengan GPS karena menggunakan telepon seluler prabayar. Sementara itu, dirinya sedang disekap dalam bagasi mobil. Merasa bahwa kejadian yang sama terulang, Jordan mengambil alih pelacakan Casey. Dibantu Paul, kekasihnya yang juga seorang polisi, Jordan memberikan instruksi melalui telepon kepada Casey agar dirinya bisa terlacak dan dapat meloloskan diri. Read the rest of this entry »

Kamera FujiFilm FinePix S2980

Kamera FujiFilm FinePix S2980

GEMAS rasanya ketika saya sedang membawa kamera saku digital, ada momen yang ingin saya abadikan dengan kamera namun ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang saya inginkan. Yah, namanya juga kamera saku digital, jangan bandingkan dengan para profesional yang sudah dipersenjatai dengan kamera SLR yang tentu saja, hasil foto ciamik (bahasa jaman kapan ini?) dengan mudah mereka dapatkan.

Bosan dengan hasil foto yang begitu-begitu saja, tak peduli berapapun jumlah megapixel yang bisa dihasilkan oleh sebuah kamera saku, saya iseng-iseng mengintip jenis kamera prosumer atau bridge camera di internet. Konon, kamera ini menyasar pengguna yang ingin belajar fotografi dengan memanfaatkan fungsi manual, namun masih bisa mendapatkan fungsi otomatis penuh layaknya kamera saku digital. Itulah sebabnya kamera ini disebut prosumer atau gabungan dari professional dan consumer, atau bridge camera, kamera penguhubung yang menjembatani pengguna sebelum menggunakan kamera SLR profesional. Read the rest of this entry »

the_conjuring_trailer_banner_4_2_13KALAU pernah mengintip salah satu trailer film The Conjuring di Youtube, mungkin kamu bakalan mengerut dahi seperti saya. Dengan embel-embel “diangkat dari kisah nyata” macam film-film horor esek-esek di Tanah Air, plus footage wawancara dengan para tokoh asli yang mengispirasinya, hal itu buat saya terasa agak murahan dan ‘maksa’. James Wan, sang eksekutor film horor ini tentu tak asing buat mereka yang demen ditakut-takuti di bangku penonton bioskop. James adalah sosok yang bertanggung jawab di balik kengerian film Insidious di tahun 2010 lalu. Masih memakai Patrick Wilson sebagai aktor favoritnya, sutradara kelahiran Malaysia ini menggedor kembali nyali penyuka film horor (yang ikut membawa teman-temannya berbondong ke bioskop) dalam film bersetting tahun 1970-an ini.

Adegan ngeselin di film

Adegan ngeselin di film

Memang sulit meramu film horor sekarang ini. Adegan klise macam sosok penampakan yang muncul tiba-tiba di belakang aktor diiringi score musik mengejutkan sudah diantisipasi lebih dulu oleh penonton dengan cara menutup mata atau telinga. James Wan memutar otak agar adegan-adegan yang mudah ditebak itu menjebak penonton dengan memunculkan si hantu dari tempat lain sehingga efek kejutnya masih bisa membuat penonton menjerit. Hasilnya? walau terkadang kurang menyeramkan, beberapa adegan berhasil mengesalkan dan membuat geregetan penonton.

Anggota keluarga Perron diganggu mahluk gaib

Anggota keluarga Perron diganggu mahluk gaib

Kisahnya, sepasang suami istri keluarga Perron dengan lima anak gadisnya baru saja menempati sebuah rumah tua di tengah lahan luas dan menyeramkan (tentu saja!). Awalnya mereka biasa saja tinggal di rumah itu, walau sempat diawali kejadian tragis matinya anjing mereka yang sejak awal enggan masuk ke dalam rumah. Satu per satu anak gadis mereka diganggu oleh mahluk tak berwujud hingga mereka memutuskan memanggil pasangan suami-istri pengusir hantu, Ed dan Lorraine Warren. Keduanya dikenal ahli mengidentifikasi entitas gaib yang mengganggu orang-orang dengan pendekatan teknologi dan kemampuan cenayang Lorraine. Dandanan mereka saat memberikan ceramah di beberapa kampus mengingatkan saya pada duo The Carpenters. Rupanya setan penghuni rumah itu, yang identitas dan motifnya belakangan diketahui, tak rela dirinya diusik dan diusir dari rumah sehingga makin berani mengganggu keluarga Perron. Rupanya rumah itu dahulu dihuni seorang wanita pemuja setan bernama Bathsheba. Dia bunuh diri setelah menumbalkan anaknya sendiri pada setan. Tak hanya itu, hantu Bathsheba pun berusaha menggagalkan pengusiran dirinya dengan cara meneror pasangan Ed dan Lorraine serta putrinya. Keadaan makin gawat saat salah satu anak gadis pasangan Perron diincar untuk dibunuh sebagai tumbal.

Suami istri keluarga Perron berkonsultasi pada Ed dan Lorraine

Suami istri keluarga Perron berkonsultasi pada Ed dan Lorraine

Menonton The Conjuring bagai melihat gabungan berbagai adegan film horor yang dicomot dari sana-sini. Awalnya, saat keluarga Perron pindah mengingatkan saya pada film Amityville Horror (2005), tentang bapak keluarga yang kerasukan arwah ruang bawah tanah. Selain itu, orang yang kerasukan sangat tipikal film The Exorcist, serta muntah darah dan penampakan hantu tepat di depan wajah seperti film Drag Me to Hell. Ed dan Lorraine dikisahkan sebagai pemburu hantu yang lebih mengedepankan rasionalitas sebelum memutuskan apakah gangguan-gangguan aneh yang terjadi disebabkan oleh mahluk gaib. Patrick Wilson yang memerankan Ed, sukses lepas dari bayang-bayang suami peragu dalam Insidious. Sedangkan Vera Farmiga, si cantik yang berani memamerkan tubuh seksinya dalam film Oprhan (2009) dan Up in the Air (2009), kali ini tampil sebagai cenayang yang tangguh namun rapuh secara psikis. Semua pemain berbagi porsi yang sama dalam film ini sehingga tak ada pemain yang aktingnya menonjol sendiri, termasuk Cindy, si anak tengah yang dikisahkan mengalami gangguan berjalan sambil tidur, yang diperankan oleh Mackenzie Foy, si Renesmee dalam serial akhir Twilight.

Awas! di belakangmu...

Awas! di belakangmu…

Entahlah dengan anda, walau rasanya tak sampai membuat saya traumatis dan menjerit kencang selama menontonnya, tapi saya sekarang benci dengan suara tepuk tangan dan mewaspadai lemari pakaian saya sendiri di kamar. Penyebabnya? tonton sendiri ya..😀

@windddo

THE CONJURING | 2013 | WARNER BROS. PICTURES | DIRECTOR: JAMES WAN | WRITERS: CHAD HAYES, CAREY HAYES | STARRING: PATRICK WILSON, VERA VARMIGA, LILI TAYLOR, RON LIVINGSTON | DURATION: 112 MIN

the-conjuring-poster