the_conjuring_trailer_banner_4_2_13KALAU pernah mengintip salah satu trailer film The Conjuring di Youtube, mungkin kamu bakalan mengerut dahi seperti saya. Dengan embel-embel “diangkat dari kisah nyata” macam film-film horor esek-esek di Tanah Air, plus footage wawancara dengan para tokoh asli yang mengispirasinya, hal itu buat saya terasa agak murahan dan ‘maksa’. James Wan, sang eksekutor film horor ini tentu tak asing buat mereka yang demen ditakut-takuti di bangku penonton bioskop. James adalah sosok yang bertanggung jawab di balik kengerian film Insidious di tahun 2010 lalu. Masih memakai Patrick Wilson sebagai aktor favoritnya, sutradara kelahiran Malaysia ini menggedor kembali nyali penyuka film horor (yang ikut membawa teman-temannya berbondong ke bioskop) dalam film bersetting tahun 1970-an ini.

Adegan ngeselin di film

Adegan ngeselin di film

Memang sulit meramu film horor sekarang ini. Adegan klise macam sosok penampakan yang muncul tiba-tiba di belakang aktor diiringi score musik mengejutkan sudah diantisipasi lebih dulu oleh penonton dengan cara menutup mata atau telinga. James Wan memutar otak agar adegan-adegan yang mudah ditebak itu menjebak penonton dengan memunculkan si hantu dari tempat lain sehingga efek kejutnya masih bisa membuat penonton menjerit. Hasilnya? walau terkadang kurang menyeramkan, beberapa adegan berhasil mengesalkan dan membuat geregetan penonton.

Anggota keluarga Perron diganggu mahluk gaib

Anggota keluarga Perron diganggu mahluk gaib

Kisahnya, sepasang suami istri keluarga Perron dengan lima anak gadisnya baru saja menempati sebuah rumah tua di tengah lahan luas dan menyeramkan (tentu saja!). Awalnya mereka biasa saja tinggal di rumah itu, walau sempat diawali kejadian tragis matinya anjing mereka yang sejak awal enggan masuk ke dalam rumah. Satu per satu anak gadis mereka diganggu oleh mahluk tak berwujud hingga mereka memutuskan memanggil pasangan suami-istri pengusir hantu, Ed dan Lorraine Warren. Keduanya dikenal ahli mengidentifikasi entitas gaib yang mengganggu orang-orang dengan pendekatan teknologi dan kemampuan cenayang Lorraine. Dandanan mereka saat memberikan ceramah di beberapa kampus mengingatkan saya pada duo The Carpenters. Rupanya setan penghuni rumah itu, yang identitas dan motifnya belakangan diketahui, tak rela dirinya diusik dan diusir dari rumah sehingga makin berani mengganggu keluarga Perron. Rupanya rumah itu dahulu dihuni seorang wanita pemuja setan bernama Bathsheba. Dia bunuh diri setelah menumbalkan anaknya sendiri pada setan. Tak hanya itu, hantu Bathsheba pun berusaha menggagalkan pengusiran dirinya dengan cara meneror pasangan Ed dan Lorraine serta putrinya. Keadaan makin gawat saat salah satu anak gadis pasangan Perron diincar untuk dibunuh sebagai tumbal.

Suami istri keluarga Perron berkonsultasi pada Ed dan Lorraine

Suami istri keluarga Perron berkonsultasi pada Ed dan Lorraine

Menonton The Conjuring bagai melihat gabungan berbagai adegan film horor yang dicomot dari sana-sini. Awalnya, saat keluarga Perron pindah mengingatkan saya pada film Amityville Horror (2005), tentang bapak keluarga yang kerasukan arwah ruang bawah tanah. Selain itu, orang yang kerasukan sangat tipikal film The Exorcist, serta muntah darah dan penampakan hantu tepat di depan wajah seperti film Drag Me to Hell. Ed dan Lorraine dikisahkan sebagai pemburu hantu yang lebih mengedepankan rasionalitas sebelum memutuskan apakah gangguan-gangguan aneh yang terjadi disebabkan oleh mahluk gaib. Patrick Wilson yang memerankan Ed, sukses lepas dari bayang-bayang suami peragu dalam Insidious. Sedangkan Vera Farmiga, si cantik yang berani memamerkan tubuh seksinya dalam film Oprhan (2009) dan Up in the Air (2009), kali ini tampil sebagai cenayang yang tangguh namun rapuh secara psikis. Semua pemain berbagi porsi yang sama dalam film ini sehingga tak ada pemain yang aktingnya menonjol sendiri, termasuk Cindy, si anak tengah yang dikisahkan mengalami gangguan berjalan sambil tidur, yang diperankan oleh Mackenzie Foy, si Renesmee dalam serial akhir Twilight.

Awas! di belakangmu...

Awas! di belakangmu…

Entahlah dengan anda, walau rasanya tak sampai membuat saya traumatis dan menjerit kencang selama menontonnya, tapi saya sekarang benci dengan suara tepuk tangan dan mewaspadai lemari pakaian saya sendiri di kamar. Penyebabnya? tonton sendiri ya.. 😀

@windddo

THE CONJURING | 2013 | WARNER BROS. PICTURES | DIRECTOR: JAMES WAN | WRITERS: CHAD HAYES, CAREY HAYES | STARRING: PATRICK WILSON, VERA VARMIGA, LILI TAYLOR, RON LIVINGSTON | DURATION: 112 MIN

the-conjuring-poster

Advertisements

now-you-see-me-picture04KETIKA adik dan teman-teman telah menonton film Now You See Me (NYSM) lebih dulu di tengah euforia film yang paling ditunggu tahun ini: Man of Steel, berbagai respon positif muncul mengatakan NYSM layak tonton dan menghadirkan cerita super seru dan menarik mengenai sepak terjang sekelompok ilusionis. Syukurlah, ketika memasuki awal bulan puasa, saya melihat film ini masih tayang di bioskop dekat kantor. Tanpa ragu saya yang penasaran mengenai film ini pun memutuskan untuk menyaksikan sendiri kehebohan NYSM yang sepertinya terbantu melalui promosi dari mulut ke mulut. Read the rest of this entry »

miniKALAU anda menonton seri awal film Despicable Me (2010), tentu sudah mengenal karakter mungil berwarna kuning berbentuk seperti kacang kedelai yang disebut Minion. Nah, para Minion yang jumlahnya banyak itu adalah mahluk yang dipekerjakan oleh Gru, penjahat berbahaya yang akhirnya bertobat setelah bertemu dengan tiga gadis yatim piatu yang diangkatnya sebagai anak. Minion-minion itu berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti manusia. Selain itu, mereka juga tidak pernah serius dalam bekerja sehingga kekonyolan aksi mereka mengundang tawa. Read the rest of this entry »

130620_MOV_MonstersUPixar.jpg.CROP.rectangle3-largeKETIMBANG menghadirkan film dengan cerita dan tokoh-tokoh yang sama sekali baru, kebanyakan produser film Hollywood lebih memilih cara mudah untuk memproduksi film: membuat sekuel. Lebih-lebih bila film pionirnya sukses secara pendapatan. Lihat saja, sampai sekarang produser film Hollywood masih menyukai me-reboot film-film superhero yang sudah dikenal penonton, atau membuat lanjutan dari film-film yang dianggap meraih keuntungan sehingga “pantas” untuk dibuat kelanjutannya. Read the rest of this entry »

Amst Red Light

JANGAN remehkan apabila dua orang wanita bepergian bersama untuk berpetualang. Terbiasa untuk lebih menggunakan perasaan membuat wanita bisa sangat nekad dan melakukan hal-hal diluar kebiasaan mereka. Konflik batin serta emosi bisa mengundang banyak kejadian seru selama dalam perjalanan. Begitu pula halnya dengan Laura dan Marsha. Dua sahabat soul-sister ini memutuskan untuk melakukan perjalan ke Eropa bersama-sama. Lalu, apa istimewanya plot cerita seperti ini? kalau anda pernah menonton film Thelma & Louise (1991), pasti paham dengan bagaimana mereka berdua lari dari situasi yang membelenggu mereka dan harus bertahan hidup dalam kejaran. Atau mungkin yang lebih sederhana, ingat video klip Crazy milik Aerosmith? Seru bukan, melihat ‘kenakalan’ Liv Tyler dan Alicia Silverstone yang kabur dari sekolah dan berkendara dengan mobil?

Read the rest of this entry »

The-Devil-Wears-PradaKARAKTER pimpinan atau Bos dalam film, kebanyakan tak pernah menjadi tokoh sentral cerita. Beberapa karakter bos malah hanya ditampilkan sekadar meramaikan film, menambah bumbu komedi, atau peran pelengkap belaka. Namun bukan Hollywood namanya bila tak bisa mengangkat kisah-kisah para bos yang dengan karakter uniknya menjadi sentral cerita dan membuat penonton terkesan.

Bos juga manusia, itu memang benar. Namun seorang bos juga dituntut untuk lebih pintar dan lebih bisa segalanya dibandingkan dengan si bawahan. Ada beberapa karakter bos dalam film yang bisa menginspirasi, namun ada juga sifat-sifat mereka yang tak layak untuk ditiru. Berikut 10 karakter bos dalam film yang pernah saya tonton. Kalau ada yang mau menambahkan dari film lain, dipersilakan untuk menulis pada kolom komentar.

Read the rest of this entry »

Shiloh Fernandez;Lou Taylor Pucci;Jessica LucasSEBELUM menggarap trilogi Spider-Man dan Drag Me to Hell, Sam Raimi muda berhasil menyutradarai film horor berbujet rendah namun sukses yang berjudul The Evil Dead (TED) (1981). Tahun 2013, Sam membuat ulang film tersebut. Namun kali ini dia memilih untuk duduk di bangku produser dan memberikan kesempatan Fede Alvarez untuk menyutradarinya. Ceritanya masih setia dengan plot film TED versi klasik: sekelompok anak muda menempati sebuah kabin di tengah hutan. Seorang dari mereka tanpa sengaja memanggil setan jahat yang merasuki mereka satu persatu hingga saling membunuh.

Berawal dari seorang gadis bernama Mia (Jane Levy) yang bertekad ingin menghentikan kecanduannya terhadap narkoba. Dibantu kakaknya, David (Shiloh Fernandez), dan pacarnya Natalie dan dua sahabat lainnya, Eric dan Olivia, mereka bertekad menemani dan mengobati Mia pada saat-saat kecanduannya muncul. Mereka berlima memutuskan untuk tinggal di sebuah kabin milik keluarga Mia dan David, yang letaknya di sebuah hutan. Saat mereka tiba, mereka menyadari bahwa rumah tersebut pernah dimasuki seseorang dan membuat ritual mengerikan yang berhubungan dengan setan. Read the rest of this entry »