FROZEN: Mencairkan Hati yang Beku

Posted: December 3, 2013 in Resensi Film/TV
Tags:

Anna-and-Elsa-frozen-35562846-500-636RUMAH produksi Walt Disney masih konsisten merilis film dengan tema ‘princess’ atau putri-putri kerajaan. Setelah sukses dengan The Princess and the Frog (2009) dan Tangled (2011) kisah si Rapunzel, menjelang akhir tahun 2013, Disney menghadirkan kisah si ratu salju dalam film Frozen.

Sebagai putri keluarga kerajaan di negeri Arendelle, Elsa dan Anna tak dapat dipisahkan. Tak banyak yang tahu, Elsa si sulung memiliki kemampuan menciptakan salju dan es secara gaib. Suatu hari tanpa sengaja Elsa nyaris mencelakakan Anna, adiknya. Itulah sebabnya, Raja dan Ratu memutuskan untuk mengisolasi Elsa dalam sebuah kamar untuk menghindari malapetaka dari kemampuan ajaibnya yang makin tak terkendali.

Malang, Raja dan Ratu mangkat dalam sebuah ekspedisi laut. Mau tak mau Elsa diangkat menjadi ratu negeri Arendelle walau dirinya setengah mati berusaha menutupi kekuatan yang dimilikinya. Anna yang berjiwa lepas berkenalan dengan Hans, pangeran dari kerajaan selatan. Keduanya langsung jatuh cinta dan meminta restu Elsa untuk menikah. Sayangnya, Elsa yang lepas kendali membuat Negeri Arendelle diliputi salju dan musim dingin berkepanjangan. Dirinya pun memilih untuk mengucilkan diri dan membangun istananya sendiri (dari es, tentu saja). Sementara itu, Anna yang merasa bersalah hendak menyusul Elsa untuk menghentikan serangan musim dingin di negerinya. Dibantu Kristoff dan rusa bernama Sven, Anna melakukan perjalanan menjemput sang kakak. Pencarian itu berujung pada peristiwa bekunya jantung Anna oleh salju Elsa. Kedua putri bersaudari itu kini dalam bahaya, sang kakak hendak dibunuh, sementara Anna harus berjuang mendapatkan cinta sejati jika tak ingin dirinya menjadi beku selamanya.

Bekerja sama dengan studio Pixar membuat Disney mampu menghadirkan film-film yang spektakuler. Namun, Disney yang berdiri sendiri memiliki kekuatan dalam filmnya pada cerita dan lagu. Itulah sebabnya, Disney tetap konsisten menghadirkan kisah-klasik-putri raja dan tema kekuatan cinta, keluarga, dan nilai persahabatan. Banyak lagu indah yang dinyanyikan oleh Kristen Bell dan Idina Menzel, pengisi suara Anna dan Elsa. Belum lagi, tampilan animasi memukau ala Disney, yang akan lebih spektakuler lagi jika ditonton dalam format 3D, akan membuat penonton betah mengikuti kisah ini hingga akhir. Oiya! jangan lupakan juga tokoh Olaf yang lucu, dia adalah boneka salju buatan Elsa yang bisa bicara. Dan tentu saja, jangan sampai telat menyaksikan film ini dari awal karena seperti biasa film Disney memberikan bonus film pendek yang lucu. Kali ini kisah klasik Mickey Mouse dan Minnie yang secara ajaib berganti-ganti format dari dua dimensi ke tiga dimensi.

NB:

– Teman bilang seperti nonton animasi Barbie. Well, yang pasti film ini lebih bagus daripada film animasi dongeng dengan karakter boneka tersebut.

– Menjelang akhir, ada twist yang menjelaskan siapa penjahat sesungguhnya. Hmm.. bisa menebak?

Frozen (2013) | Walt Disney Animation Studios | Pengisi Suara: Kristen Bell, Idina Menzel, Jonathan Groff, Josh Gad, Santino Fontana | Sutradara: Chris Buck, Jennifer Lee.

frozen-2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s