DESPICABLE ME 2: Mengandalkan Kelucuan Para Minions

Posted: July 6, 2013 in Resensi Film/TV
Tags: , ,

miniKALAU anda menonton seri awal film Despicable Me (2010), tentu sudah mengenal karakter mungil berwarna kuning berbentuk seperti kacang kedelai yang disebut Minion. Nah, para Minion yang jumlahnya banyak itu adalah mahluk yang dipekerjakan oleh Gru, penjahat berbahaya yang akhirnya bertobat setelah bertemu dengan tiga gadis yatim piatu yang diangkatnya sebagai anak. Minion-minion itu berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti manusia. Selain itu, mereka juga tidak pernah serius dalam bekerja sehingga kekonyolan aksi mereka mengundang tawa.

Sepertinya sutradara dan produser sadar akan hal ini. Dalam sekuel filmnya, Despicable Me 2, kelucuan tingkah para Minion ini mendapatkan porsi adegan yang lebih banyak dalam upaya mengumbar tawa penonton. Kisah dimulai ketika sebuah laboratorium penelitian di Antartika dicuri oleh penjahat tak dikenal. Celakanya, laboratorium itu tengah meneliti serum berbahaya yang membuat mahluk apapun yang terkena serum tersebut berubah menjadi ganas. Gru, mantan penjahat yang sedang merintis usaha produksi selai dan sedang menyesuaikan diri menjadi seorang ayah, dipanggil untuk meringkus pelakunya. Kecurigaan AVL (Liga Anti Penjahat), salah satu penjahat tersebut menyamar menjadi pengusaha di sebuah mal. Dibantu agen wanita bernama Lucy Wilde yang diam-diam disukai oleh Gru, mereka berusaha membongkar identitas penjahat tersebut sebelum serum berbahaya itu disalahgunakan.

Intuisi kriminal Gru mengarah pada Eduardo, pengusaha restoran Meksiko yang mirip sekali dengan penjahat bernama El Macho. El Macho dikabarkan sudah tewas bunuh diri, namun Gru tidak percaya begitu saja. Masalah makin rumit ketika anak Eduardo mendekati Margo si sulung, sehingga dirinya tak menyadari para Minion diculik  satu persatu. Belakangan identitas penjahat asli ketahuan. Serum maut itu disuntikkan kepada para Minion dan mengubah mereka menjadi mahluk ganas berbulu biru. Mampukah Gru mengembalikan Minion-minion itu ke bentuk semula? Apakah Gru juga akhirnya berani menyatakan cinta pada Lucy?

Tak seperti film pendahulunya, tidak ada pengembangan karakter untuk tokoh manusia dalam film ini. Penonton juga tak diperumit dengan teka-teki siapa penjahat sebenarnya. Seharusnya film ini lebih tepat disebut Minions The Movie, karena mereka benar-benar mencuri spotlight dari karakter utama. Ya bolehlah, sebagai penebus kurang terpingkalnya saya dan banyak anak-anak sekolah yang sedang liburan lainnya ketika menyaksikan film Monsters University, Despicable Me 2 sanggup membuat penonton terbahak, termasuk anak-anak yang tidak mengerti bahasa Inggris dan belum mampu membaca teks terjemahan. Jika anda penggemar tembang lawas ‘I Swear’ milik boyband All 4 One, tentu akan terpingkal saat lagu ini diparodikan oleh para minion, lengkap dengan gaya dan atribut menyanyi serta lirik yang ngaco. Selamat menonton!

despc

DESPICABLE ME 2 (2013) | ILLUMINATION ENTERTAINMENT/UNIVERSAL STUDIOS | PEMAIN: STEVE CARELL, KRISTEN WIIG, BENJAMIN BRATT, MIRANDA COSGROVE | PENULIS: CINCO PAUL, KEN DAURIO | SUTRADARA: PIERRE COFFIN, CHRIS RENAULD | PRODUSER: CHRIS MELEDANDRI, JANET HEALY | DURASI: 98 MENIT

@windddo

Comments
  1. idenyaandii says:

    Ba Na Na !!!! Underweaaaar Song!! Pavooyyyy!!! :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s