MONSTERS UNIVERSITY: Awal Persahabatan Kedua Monster

Posted: June 24, 2013 in Resensi Film/TV
Tags: , ,

130620_MOV_MonstersUPixar.jpg.CROP.rectangle3-largeKETIMBANG menghadirkan film dengan cerita dan tokoh-tokoh yang sama sekali baru, kebanyakan produser film Hollywood lebih memilih cara mudah untuk memproduksi film: membuat sekuel. Lebih-lebih bila film pionirnya sukses secara pendapatan. Lihat saja, sampai sekarang produser film Hollywood masih menyukai me-reboot film-film superhero yang sudah dikenal penonton, atau membuat lanjutan dari film-film yang dianggap meraih keuntungan sehingga “pantas” untuk dibuat kelanjutannya.

Sekuel tak melulu harus kelanjutan dari film pertama. Kadang-kadang malah setting waktu ditarik mundur ke masa sebelumnya. Format ini biasa disebut prekuel. Setelah sukses dengan Toy Story hingga jilid ke-3, dan menyusul sekuel Finding Nemo, film Disney-Pixar paling fenomenal yaitu Finding Dory, Monster Inc. lebih memilih membuat prekuel kisah awal dua monster bersahabat yang bekerja di sebuah PLTJ (Pembangkit Listrik Tenaga Jerit) di dunia Monster itu dengan judul Monsters University (MU).

Sekedar mengingatkan, Monster Inc. berkisah mengenai persahabatan Mike Wazowski (Billy Crystal) dan Sulley (John Goodman), dua monster yang bekerja sama menjadi pengumpul tenaga listrik terbaik dari jeritan anak kecil yang mereka takut-takuti. Sialnya, mereka yang sebenarnya takut kepada anak manusia harus berurusan dengan Boo, bocah perempuan yang tersesat ke dunia monster. Ujungnya, mereka sadar, tawa anak-anak lebih menghasilkan tenaga ketimbang jerit ketakutan.  Nah, MU mengisahkan Mike dan Sulley yang baru saja masuk ke sebuah Universitas. Sebagai mahasiswa baru, keinginan untuk diakui dan dianggap keren menjadi alasan mereka memilih kelas paling favorit: Scaring Class. Intinya, mereka yang memilih jurusan ini ingin diakui sebagai monster terseram dan berusaha mempelajari beragam teknik menakut-nakuti anak kecil. Tujuannya? Apalagi kalau bukan mendapat energi sebanyak-banyaknya dari jeritan anak-anak tersebut dan mengkonversinya menjadi energi listrik.

Mike yang ambisius tak sadar diri bahwa sebagai monster hijau mungil bermata satu, dirinya terlalu lucu dan imut untuk dapat menakut-nakuti anak kecil. Sebaliknya Sulley, merasa sudah seram hanya dengan postur tubuh dan geramannya saja, membuatnya menjadi malas-malasan belajar. Keduanya belakangan terpaksa bekerja sama ketika terancam dikeluarkan dari kampus oleh Hardscrabble (Helen Mirren), dekan kampus yang menakutkan. Aroma persaingan sengit di antara mereka nyaris membuat mereka kalah. Ujung-ujungnya, mereka yang dibantu oleh teman satu grup yang sama “cupu” nya, harus menekan ego masing-masing agar bisa memenangkan pertandingan dan diterima kembali di jurusan Scaring.

Oke. Menonton film ini membuat saya kasihan kepada adik-adik kecil yang ramai-ramai nonton ke bioskop berharap menonton film yang dihiasi tingkah polah mahluk monster lucu. Disney yang biasanya fasih menggabungkan dua jenis komedi (slapstik yang mudah dimengerti bocah, dan celetukan dewasa yang membuat penonton dewasa terpingkal), seperti kehilangan kemampuannya. Kebanyakan joke yang dilontarkan terlalu rumit dimengerti oleh anak-anak, dan terlalu berat juga bagi penonton dewasa untuk langsung terpingkal. Bandingkan dengan Toy Story 3, yang walau secara cerita tergolong kelam, namun sukses membuat anak-anak dan penonton dewasa terbahak.  Monster Inc. malah lebih fasih menghadirkan scene-scene memorable ketimbang prekuelnya ini.

Sekedar pemberitahuan, tradisi menayangkan film pendek sebelum film utama pada film-film animasi Pixar, juga dilakukan pada film ini. The Blue Umbrella, yang menghadirkan animasi dengan pendekatan photorealistic atau nyaris seperti benda aslinya, mengisyaratkan bahwa teknik tersebut juga diterapkan pada film MU. Beberapa adegan seperti pohon, hembusan angin, dan riak air tampak seperti sungguhan dalam film ini. Apakah film ini layak tonton? Tentu. Tapi secara pribadi, film ini tampaknya sulit membuat saya tertarik untuk membelinya sebagai koleksi apabila muncul dalam format DVD nanti.

@windddo

Monsters University (2013) |  Produksi: Disney-PIXAR animation studio | Pengisi suara: Billy Crystal, John Goodman, Steve Buscemi, Helen Mirren | Penulis cerita: Robert L. Baird | Sutradara: Dean Scanlon | Durasi: 110 menit

Comments
  1. Arizbu says:

    Kayaknya seru tuh, jadi pengen cepet-cepet nonton…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s