AFGHAN STAR: Belajar Demokrasi Lewat Kontes Menyanyi

Posted: December 1, 2012 in Resensi Film/TV
Tags:

posterBERADA di bawah pemerintahan Taliban selama bertahun-tahun, membuat warga Afghanistan sulit mendapatkan akses untuk hiburan dari luar semacam televisi, film, dan musik pop. Tak hanya itu, didera konflik antar etnis selama puluhan tahun seolah-olah membuat warganya seolah tak lagi berada dalam kesatuan negara. Mereka terbiasa saling curiga antar kelompok dan etnis dari masing-masing provinsi. Sebuah catatan dari Festival Film Eropa ke-12 Europe on Screen, menayangkan film dokumenter yang dikemas manis dalam menceritakan perjuangan para pemuda Afghanistan yang ingin bebas berekspresi dalam berkesenian di negara tersebut.

Film dokumenter Afghan Star berfokus pada empat pemuda, dua pria dan dua wanita, yang berkompetisi pada sebuah ajang pencarian bakat yang untuk pertama kalinya digelar setelah pemerintah melarang acara-acara yang dianggap hedonis dan pamer aurat di televisi. Afghan Star adalah acara mirip American Idol yang mencari bakat-bakat menyanyi terpendam dari seantero negeri melalui audisi. Anda mungkin akan tergelak melihat banyaknya peserta audisi nekat acara tersebut. Nah, setelah memasuki babak final, barulah film dokumenter karya sutradara asal Inggris Havana Marking ini menceritakan latar belakang 4 finalisnya. Jangan harap anda menyaksikan acara pencarian bakat yang spektakuler seperti Indonesian Idol. Panggung sederhana, tata suara seadanya, bahkan tempat acara yang diadakan di sebuah gedung yang biasa dipakai untuk resepsi pernikahan ini benar-benar jauh dari kesan glamor.

94e10a6e-2102-11e2-87d6-001517c9cf84

Pembatasan gerak kaum perempuan oleh pemerintah Taliban rupanya berimbas pada keikutsertaan peserta wanita. Sedikit sekali peserta audisi wanita yang mengikuti ajang yang disiarkan televisi Tolo ini. Namun hal itu tak membuat perjuangan Setara Hussainzada dan Lema Sahar menerobos dominasi kaum pria di negara tersebut. Keduanya menjadi wanita yang lolos hingga babak final bersama delapan peserta lainnya. Setara yang saat tereliminasi menjadi begitu emosional, membuat kejutan dengan menari saat menyanyi. Ya! di sana wanita dilarang menari di depan umum, apalagi disiarkan di televisi nasional. “Dosa” Setara membuatnya tak bisa kembali ke kota asalnya Herot, karena keluarganya diancam untuk dibunuh oleh orang-orang yang menganggap penampilannya di televisi berlebihan. Lain Setara, lain juga Lema. Perempuan dari etnis Pashtun ini bahkan diancam untuk dibunuh oleh kelompok etnisnya sendiri, yang merupakan etnis terbesar dari para pejuang dan pemerintah Taliban.

Dari tim pria, ada Rafi Naabzada yang sejak kecil sepertinya sudah sadar dirinya ingin menjadi penyanyi terkenal. Dengan wajah paling tampan dan kemampuannya menyanyi, Rafi mendapat dukungan banyak dari kerabat dan teman-temannya di daerahnya. Sedangkan Hameed Sakhizada, kontestan dari etnis Tajik di utara Afghanistan ini mengikuti acara tersebut karena yakin dengan kualitas vokalnya saat menyanyi. Lucunya, perhelatan ini seakan menjadi ajang kumpulnya wakil-wakil dari berbagai suku dan etnis di Afghanistan. Penonton memberikan dukungan pada jagoan mereka masing-masing tanpa sadar telah belajar berdemokrasi dengan cara memilih melalui SMS, dan memenangkan mereka yang mendapat suara dukungan terbanyak.

afghanstar

Film ini seolah menggambarkan betapa inginnya sebagian besar masyarakat Afghanistan hidup tanpa tekanan peperangan dan sesekali meluangkan waktu menonton hiburan seperti itu bersama keluarga tanpa takut ancaman pembunuhan. Untunglah, film ini tak terjebak pada pesan pro-feminisme berlebihan dan tak mendiskreditkan agama Islam. Pembatasan rupanya tak membuat budaya pop hilang begitu saja di negara dengan ibukota Kabul tersebut. Walau mungkin mereka menikmatinya secara diam-diam di dalam rumah masing-masing.

@windddo

Afghan Star (2009) | Documentary, Music | Sutradara: Havana Marking | Pemain: Habib Amiri, Setara Hussainzada, Rafi Naabzada, Lema Sahar, Hameed Sakhizada | Durasi: 87 menit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s