CHERNOBYL DIARIES: Teror Mengintai di Kota Bencana Nuklir

Posted: November 18, 2012 in Resensi Film/TV
Tags: , , , ,

PENGGEMAR film waralaba murah-tapi-laris Paranormal Activity tentu tak asing dengan nama Oren Peli. Dia adalah produser film yang bertanggung jawab atas ditakut-takutinya penggemar film horor tersebut termasuk Insidious (2010), salah satu film yang paling menakutkan di tahun itu. Tahun ini Oren menjadi produser sekalgus penulis dari film thriller berjudul Chernobyl Diaries. Chernobyl merupakan reaktor nuklir di wilayah Ukraina, Rusia yang menjadi terkenal saat terjadi bencana kebocoran radioaktif dari reaktor tersebut yang merenggut banyak korban jiwa. Konon wilayah tersebut baru aman kembali dihuni oleh manusia setelah 20 ribu tahun lagi, saat sisa-sisa radioaktif benar-benar menghilang.

Adalah kota Pripyat, digambarkan sebagai kota mati yang ditinggal begitu saja saat bencana Chernobyl terjadi, menjadi target wisata ekstrim enam turis dari Amerika dan Australia. Kota tersebut sebenarnya tidak aman untuk dikunjungi oleh masyarakat umum dikarenakan tingkat radioaktif yang mungkin membahayakan. Tapi hal tersebut tidak menghentikan Paul (Jonathan Sadowski) untuk mengajak Chris (Jesse McCartney), adiknya, serta Natalie, pacar Chris dan temannya Amanda. Paul yang diceritakan tinggal di Rusia dan berpisah lama dari keluarganya digambarkan sebagai Pria yang sembrono dan suka membuat masalah. Berbanding terbalik dengan Chris. Chris yang sempat menolak usulan Paul untuk pergi ke kota mati di mana telah terjadi bencana nuklir Chernobyl itu akhirnya menyetujui untuk ikut serta. Padahal Chris berencana melanjutkan perjalanan ke Moskow dan melamar Natalie di sana. Dibantu oleh Yuri, tour guide asli Rusia dan juga ditemani oleh Zoe, turis dari Norwegia bersama Michael, suaminya, mereka berangkat menuju Pripyat.

Amanda sudah curiga karena mereka tidak diperbolehkan masuk ke dalam kota tak berpenghuni tersebut. Akan tetapi Paul dan Yuri tetap memaksa mencari jalan masuk lain ke dalam kota. Dari situ mulailah macam-macam keanehan terjadi. Merasa tak sendirian di kota tersebut, termasuk hampir diserang oleh anjing buas dan beruang ganas, membuat mereka memutuskan untuk segera meninggalkan Pripyat. Sayangnya, Yuri terbunuh oleh sesuatu yang misterius. Tubuhnya terkoyak sehingga mereka terjebak di dalam mobil van yang tak bisa dijalankan karena telah disabotase. Chris yang terluka terpaksa berdiam diri di dalam mobil ditemani oleh Natalie. Sementara itu sisanya mencoba mencari bantuan dan jalan keluar, namun tanpa sadar sesuatu mengincar keselamatan mereka.

Film ini meramu ketegangan yang pas untuk para pecinta film horor-thriller. Penulis cerita tak membiarkan penonton tahu dengan jelas mahluk apa yang menyerang dan menewaskan mereka satu persatu. Yang pasti, saya sendiri sulit menebak siapa yang akan jadi korban berikutnya. Seperti kebanyakan film horor Hollywood yang masih memegang pakem siapa-mati-siapa-selamat, biasanya tokoh wanita berambut pirang akan mati terlebih dahulu, atau mati dengan cara paling mengenaskan. Hollywood terkenal punya penyakit mental serius menikmati pembantaian para gadis berambut pirang dalam film horor. Istilahnya, semakin pirang rambutmu, semakin cepat pula kau mati. Tapi dalam film ini, tak jelas siapa yang diserang dan akan mati berikutnya. Bahkan tak ada tokoh yang benar-benar mengundang simpati, termasuk si brunette Amanda yang cuma digambarkan sedang galau karena baru saja putus cinta. Syukurlah, penulis tak memaksakan romansa terjadi antara Paul dan Amanda di saat-saat menegangkan seperti itu. Yang jelas, Paul merasa bersalah karena sikap biang onarnya telah membuat adik kesayangannya menjadi korban. Pengambilan gambar yang tidak monoton serta kemunculan mahluk misterius yang menyerang mereka juga membuat saya berdebar menanti kejutan apa yang akan menimpa mereka. Walaupun endingnya menurut saya terkesan dipaksakan dan kurang memuaskan, serta tidak didukung oleh pemain yang terkenal, film ini layak ditonton oleh penggemar film menegangkan. Lalu, siapakah yang selamat keluar dari kota mati tersebut? anda harus menyaksikan film berdurasi 88 menit ini hingga akhir.

@windddo

Chernobyl Diaries (2012) | Paramount Pictures | Sutradara: Bradley Parker | Pemain: Jonathan Sadowski, Jesse McCartney, Olivia Dudley, Devin Kelley | Durasi: 88 menit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s