Lagu SNSD Versi Jepang dan Korea. Lebih Suka Mana? (bagian 1)

Posted: November 17, 2012 in Lain-lain
Tags: , , , , ,

PENGGEMAR musik K-Pop alias musik-musik pop dari Korea Selatan tentu tak asing dengan SNSD, girlband yang beranggotakan sembilan gadis muda, cantik, dan enerjik ini. Grup papan atas Korea ini dikenal dengan lagu-lagunya yang ear-catchy serta koreografi kompak yang unik di hampir tiap single-nya. Terus terang, pengetahuan saya mengenai penyanyi atau grup musik Korea sangat terbatas. SNSD atau Girl’s Generation (SNSD singkatan dari Sonyeo Shidae) yang dibentuk oleh agensi S.M. Entertainment ini mulai “mengusik” saya justru lewat lagu-lagu mereka yang berbahasa Jepang. Awalnya, saya hanya mengetahui Yoona, salah satu member girlband ini yang main dalam sebuah Korama (drama Korea) berjudul You are My Destiny, namun baru benar-benar “ngeh” dengan mereka saat teman memperlihatkan video musik lagu mereka yang berjudul Gee. Rupanya K-Pop yang berniat menginvasi seluruh dunia dengan musik-musiknya menjadikan Jepang, negeri tetangga Korea sebelah Timur ini menjadi target utama mereka, tak terkecuali SNSD. Bukan hanya menyesuaikan nama huruf Hanja mereka dengan lafal Jepang menjadi Shojo Jidai, mereka juga merilis beberapa singel berbahasa Jepang. Lagu The Boys, singel perdana mereka di album bertitel sama yang rilis di tahun 2011, dikeluarkan dalam tiga versi bahasa: Korea, Inggris, dan tentu saja Jepang. Maka kali ini, saya akan menulis mengenai lagu-lagu SNSD favorit saya yang berbahasa Jepang dalam dua tulisan.

Lebih dulu familiar dengan musik-musik asal negeri Sakura serta drama Televisinya membuat saya terbiasa mendengar dan menyanyikan lagu-lagu berbahasa Jepang. Utada Hikaru adalah salah satu penyanyi favorit saya yang terkenal dengan tembang-tembang baladanya. Maka tak heran, ketika SNSD merilis lagu balada berbahasa Jepang yang bukan adaptasi dari lagu Korea mereka, membuat saya tertarik untuk mendengarnya. Selain lirik yang menurut saya lebih mudah dinyanyikan ketimbang romanisasi lirik Hangul yang kadang membuat lidah saya kesrimpet, lagu-lagu balada bertema cinta itu juga memiliki lirik puitis yang ‘dalem’. Dua lagu ‘asli Jepang’ milik SNSD favorit saya adalah Time Machine dan All My Love is For You. Saya tak akan menulis lirik kedua lagu itu dan kemudian mengartikannya dalam tulisan ini, jadi silakan kamu cari sendiri dengan mbah Google. Kesamaan dua klip musik lagu tersebut ada pada kekuatan lirik lagu, serta minus koreografi.

Pada lagu Time Machine, kesembilan personel digambarkan berada pada tempat, musim, cuaca, serta zona waktu yang berbeda. Mereka mengandalkan kekuatan akting mereka pada teaser awal video klip ini seolah sedang menunggu sesuatu atau seseorang. Kemudian kesembilannya serentak berada dalam sebuah ruangan yang terkesan timeless atau tak terpengaruh oleh waktu yang terus bergulir. Kesemuanya berkisah tentang harapan mereka yang menginginkan agar waktu dapat diputar kembali untuk mengulang momen-momen indah kebersamaan mereka di masa lampau bersama kekasih. Lagu ini tidak cocok untuk mereka yang baru putus cinta karena liriknya yang ‘ngena’ banget. Salah satu teman saya mengaku nyaris bunuh diri dengan memanjat tower sutet saat tak sengaja melihat lagu ini dari link yang saya berikan dari youtube. Untunglah, hal itu urung dia lakukan. Hehehe..

Kemudian pada lagu All My Love is For You, kesan vintage dengan warna kecoklatan seperti habis di-instagram-kan membuat klip musik ini terasa hangat. Awalnya, saya sempat mengira sembilan gadis cantik itu berbalut kostum bertema gothic lolita atau GothLoli, salah satu jenis kostum Harajuku jepang yang mengadopsi gaya era victoria dengan kemasan gotik. Tapi setelah saya pikir, kostum mereka walaupun dominan hitam nyarik gotik, lebih mengadopsi gaya penari disko remaja era delapan puluhan yang mewakili semangat, kebebasan, dan keceriaan, dengan tatanan rambut yang dibiarkan mengembang oleh bantuan hair-spray. Kemudian kostum kedua mereka yang berwarna-warni pastel dengan dandanan anggun bertolak belakang dengan kostum pertama mereka. Kekontrasan ini seolah ingin menggambarkan bahwa walau mereka adalah gadis-gadis mandiri dan penuh percaya diri, di dalamnya mereka tetaplah seorang gadis yang akan luluh apabila bertemu dengan pria yang berhasil membuat mereka jatuh cinta. So sweet…😀

Lalu bagaimana dengan lagu-lagu SNSD berbahasa Jepang yang merupakan adaptasi lagu berbahasa Korea mereka sendiri? hal ini akan saya bahas di bagian dua tulisan ini.

@windddo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s