Teori Munculnya Alien dalam Film Prometheus

Posted: October 24, 2012 in Resensi Film/TV
Tags: , , ,

David si robot dalam Prometheus sedang mengamati cairan hitam misterius

BAGI anda yang sudah menonton film Prometheus (2012) , mungkin akan berkata “Oh, belum selesai toh?” Dan seperti kebanyakan film-film Hollywood sekarang, mereka dirancang agar dapat dibuat kelanjutannya, minimal hingga menjadi sebuah trilogi. Tetapi, bagi penonton film Prometheus yang penasaran seperti saya, mungkin sama-sama akan merasa tidak puas. Bagaimana tidak? Ridley Scott, sang sutradara film ini pernah mengisyaratkan bahwa Prometheus merupakan semacam prekuel dari film Alien (1979), walau bisa juga ditonton menjadi sebuah film tersendiri dalam perkembangannya. Jadi, keterkaitan antara Prometheus dan Alien lah yang membuat saya melangkahkan kaki ke bioskop untuk mencari tahu jawabannya. Ternyata film yang dibintangi oleh Noomi Rapace dan Michael Fassbender ini tidak menjawab pertanyaan penonton mengenai asal-usul alien ganas. Walaupun, beberapa adegan mungkin saja dibuat agar penonton fanatik serial Alien bisa menduga-duga dari manakah munculnya si mahluk buas penuh teror yang membantai habis awak kapal Nostromo itu.

Membahas koneksi antara Prometheus dengan Alien, mau tak mau saya harus menjelaskan dulu mengenai film Alien. Dibuat tahun 1979, film horor-fiksi ilmiah ini merupakan salah satu film horor yang melegenda. Tagline film “Di luar angkasa, tak ada yang bisa mendengar jeritanmu” sukses menakut-nakuti penonton hingga beberapa orang diantaranya menjadi traumatis (termasuk saya yang tidak bisa tidur selama seminggu, hehehe…). Ceritanya ber-setting ratusan tahun dari sekarang. Sebuah kapal ruang angkasa komersil pengangkut mineral bernama Nostromo terpaksa berhenti di sebuah planet bercincin-mirip Saturnus. Di salah satu satelitnya, mereka menemukan semacam kapal ruang angkasa berbentuk donat-tapal kuda (kapal yang sama seperti pada film Prometheus). Di dalam kapal asing tersebut, salah satu awak mendapati tubuh raksasa dengan rongga dada yang berlubang, serta ribuan benda seperti telur berisi larva mahluk hidup mirip gurita. Malangnya, salah satu awak diinfeksi mahluk tersebut dengan jari-jari yang mendekap wajahnya, yang dikenal dengan istilah face-hugger. Beberapa lama kemudian, awak yang terinfeksi tersebut ‘melahirkan’ alien jenis baru yang ganas dari dalam tubuhnya. Satu per satu awak Nostromo tewas oleh kekejaman mahluk buas bergigi banyak itu hingga menyisakan Ellen Ripley (Sigourney Weaver) satu-satunya awak yang selamat.

Sedangkan Prometheus berkisah mengenai kapal penyelidik ruang angkasa yang membawa misi mencari para Engineers, mahluk yang diyakini para penganut teori alien purba, sebagai pencipta umat manusia di bumi. Diceritakan, ilmuwan Elizabeth Shaw (Noomi Rapace) dan Charlie Holloway (Logan Marshall-Green) menjalani misi menuju sebuah tata surya yang diyakini sebagai rumah para engineers tersebut. Bersama awak kapal lain, termasuk si jutek Meredith Vickers (Charlize Theron) dan humanoid (robot mirip manusia) bernama David (Michael Fassbender), mereka mendarat di satelit sebuah planet, planet yang sama dalam film Alien, dan menemukan jasad salah satu engineer yang tewas di kapalnya sendiri. Rupanya sesuatu menahan (atau menyerang?) mereka yang diketahui belakangan sedang menjalankan misi menuju bumi untuk menghancurkan umat manusia. Di kapal yang sama seperti di film Alien, mereka menemukan tabung-tabung berisi cairan hitam yang membeku. Cairan tersebut meleleh dan dengan sengaja diinfeksikan ke dalam tubuh Charlie sehingga menyebabkan Elizabeth yang mandul, menjadi hamil. Janin yang dikandung Elizabeth bukanlah janin biasa. Dengan adegan operasi caesar paling brutal yang pernah ada, Elizabeth mengeluarkan janin yang mirip dengan gurita pucat itu dari rahimnya. Di akhir film, mahluk mirip gurita tersebut membesar dan menginfeksi salah satu engineer yang selamat, hingga ‘lahir’ lah alien ganas yang menyerupai dinosaurus dari dalam tubuhnya.

Oke, mari kita bahas satu persatu adegan yang disinyalir merupakan kode terselubung penjelasan film. Adegan awal, seorang engineer mirip manusia bertubuh pucat meminum cairan hitam yang menyebabkannya hancur hingga ke tingkat DNA. Kemudian di dalam sungai, DNA tersebut terangkai kembali menjadi mahluk hidup baru. Mungkin ini adalah teori awal penciptaan manusia di bumi.

Awak Prometheus menemukan fosil engineer bertubuh raksasa. Fosil ini sama dengan yang ditemukan awak Nostromo dalam Alien, sedang duduk menghadap sejenis teropong. Bedanya, setelah dibedah, diketahui bahwa tengkorak luar (eksoskeleton) engineer merupakan sejenis helm yang melindungi kepala engineer serupa wajah manusia.

Ditemukannya kargo ribuan tabung berisi cairan hitam misterius. Cairan itu meleleh dan membuat hewan sejenis cacing yang diperlihatkan di film, bermutasi menjadi alien berbentuk ular pucat ganas yang membunuh dua orang awak Prometheus. Cairan hitam itu kemudian secara sengaja dimasukkan ke dalam minuman oleh David dan diberikan kepada Holloway. Entah apa motivasi si robot David melakukan itu. Tidak jelas apakah ini hanya sekadar uji coba sporadis, atau diperintahkan. Yang pasti, ambiguitas ini membuat penonton membenci David (diperankan dengan kalem oleh Michael Fassbender), karena efeknya adalah Holloway terinfeksi dan setelah berhubungan intim dengan Shaw, ilmuwan cantik tersebut mengandung fetus alien. Alien yang dikandung Shaw mirip dengan gurita pucat sepucat alien cacing. Belakangan si alien-gurita itu menginfeksi engineering dan menjelma menjadi face-hugger ukuran raksasa. Alien hitam ganas yang keluar dari tubuh si engineer itu mungkin yang menginfeksi ratusan engineer lain yang ada di planet tersebut, termasuk menyebabkan matinya engineer yang ditemukan oleh awak Nostromo. Bedanya, awak Nostromo menemukan ribuan telur larva alien. Mungkin, telur-telur ini adalah hasil perkembangbiakan alien ganas yang tercipta di akhir film Prometheus.

Janin Alien

Apapun teori yang diharapkan bisa menjawab pertanyaan mengenai koneksi antara film Alien dengan Prometheus, rupanya penonton harus sabar menunggu jawabannya. Sebab, Ridley Scott berujar, dibutuhkan dua sampai tiga film kelanjutan Prometheus untuk menjawab teka-teki tersebut…

@windddo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s