A SEPARATION: Meninggikan Ego di Atas Rasa Sayang

Posted: October 14, 2012 in Resensi Film/TV
Tags: , ,

NEGARA yang dipimpin presiden Mahmoud Ahmadinejad ini beberapa kali merilis film melodrama yang dikenal hingga taraf internasional. Sebut saja film Children of Heaven, kisah mengharukan mengenai seorang anak perempuan Iran yang kehilangan sepatunya. Karena keluarga mereka miskin, sang kakak mengikuti lomba lari demi mendapat hadiah ke-tiga: sepasang sepatu untuk adiknya. Ironisnya, dia memenangkan tempat pertama dan mendapat hadiah lain. Cerita ini diramu dengan sangat menyentuh. Tahun 2011, Iran kembali merilis film drama keluarga berjudul A Separation. Film ini diganjar piala Oscar sebagai Film Berbahasa Asing terbaik tahun 2012. Kategori yang sama juga dimenangkan film ini dalam ajang penghargaan Golden Globe.

Seperti biasa, ide cerita yang sederhana bila diramu dengan kekuatan akting para pemainnya akan menghasilkan sebuah karya film yang membuat penonton betah berlama-lama mengikuti kisahnya hingga akhir. Oh, ayolah! dari awal saya sendiri sempat malas untuk menonton film yang sedang tayang secara ekklusif di beberapa layar jaringan bioskop tanah air ini. Karena apa? tema film ini mengenai perceraian. Maksud saya, sungguh? apakah saya akan tahan menonton film drama ini dari awal sampai akhir?

Simin menuntut cerai dari Nader

Walaupun bertutur mengenai perceraian, sesungguhnya kisah permasalahan yang membelit keluarga kelas menengah Iran ini jauh lebih kompleks. Simin (Leila Hatami), seorang wanita modern dan mandiri, menuntut untuk bercerai dari Nader(Peyman Moaadi), suaminya. Alasannya, Simin ingin mereka sekeluarga pindah ke luar negeri untuk meraih hidup yang lebih baik. Nader yang kaku, menolak ide istrinya tersebut. Nader tak ingin meninggalkan ayahnya yang menderita Alzheimer sendirian. Kesal dengan Nader, Simin memutuskan untuk pindah dari rumah meninggalkan Nader, ayahnya, serta Termeh, putrinya yang berusia 11 tahun. Tak ingin merasa bersalah, Simin menawarkan bantuan dengan mencari seorang pengasuh untuk menjaga ayah Nader saat dia bekerja. Pilihan Nader jatuh pada Razieh (Sareh Bayat), seorang wanita taat yang sudah memiliki seorang putri berusia empat tahun. Tanpa meminta izin pada Hodjat (Shahab Hosseini), suaminya yang temperamental, Razieh menerima pekerjaan tersebut. Tak kuat melakoni pekerjaan yang berat (digambarkan Razieh setengah hati harus membersihkan ayah Nader yang buang air sembarangan), dan takut dengan larangan agama, Razieh mengundurkan diri. Di lain pihak, Hodjat yang ternyata melamar pekerjaan yang sama, terpaksa urung bekerja di tempat Nader karena dipenjara akibat terbelit hutang. Razieh terpaksa menggantikan suaminya bekerja sementara dia sendiri kelelahan karena sedang hamil.

Razieh, wanita yang keguguran ini menyimpan misteri

Suatu hari Nader dan Termeh menemukan ayahnya ditinggal sendirian di rumah dalam keadaan terikat di ranjang dan terjatuh tak sadarkan diri. Nader yang murka pada Razieh yang pergi dari tugas, mengusirnya dari rumah. Malang, Razieh terjatuh di tangga apartemen dan menyebabkannya keguguran. Hodjat dan Razieh yang tak terima kehilangan anak, menuntut Nader atas kasus pembunuhan. Nader berusaha mengelak dengan mengatakan dirinya tak tahu kalau Razieh sedang hamil. Hodjat yang berang berulah di sekolah Termeh. Hal ini membuat Simin harus turun tangan membela suami dan anaknya, serta mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan kandungan Razieh.

Sutradara sekaligus penulis skenario, Asghar Farhadi, dengan cerdik menggiring emosi penonton. Sesaat penonton akan bersimpati pada karakter Razieh, serta membenci Nader yang seolah tak merasa bersalah telah menyebabkan wanita berkerudung itu keguguran. Tapi skenario cerdas membuat penonton menjadi sebal dengan wanita tersebut, serta berbalik simpati pada Nader dan Simin, hingga saya penasaran dengan akhir kisah drama apik ini. Termeh ditempatkan Asghar sebagai penengah antara kedua orangtuanya. Dia jelas-jelas menjadi saksi betapa ayah dan ibunya masih saling mencintai, hanya saja masing-masing terlalu gengsi dan menempatkan ego mereka di atas rasa cinta dan sayang. Bagaimana akhir kisah perceraian Nader dan Simin? anda harus menonton film yang sangat layak tonton ini untuk mengetahui jawabannya.

A Separation (2011)| Memento Films | Stars: Leila Hatami, Peyman Mooadi, Sareh Bayat, Shahab Hosseini | Written by: Asghar Farhadi | Directed by: Asghar Farhadi

@windddo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s