Jelajah Trans Seram yang Tak Seram (Seri Wisata Maluku dan Maluku Utara bag. 5)

Posted: September 23, 2012 in Travel
Tags: , , , , , , ,

Teluk Elpaputih

SAAT saya berkunjung ke kota Masohi, salah satu kota utama di Pulau Seram, Maluku, saya berkesempatan untuk berkendara menjelajah salah satu jalur utama yang mengelilingi pulau terbesar di provinsi Maluku ini: Trans Seram. Jalan raya yang dibangun untuk menunjang perekonomian dan transportasi di pulau ini membentang mengelilingi pulau Seram, menghubungkan satu kota dengan kota lainnya. Dari kota pelabuhan Amahai (salah satu akses menuju kota Ambon), dan menuju kota Masohi, saya kemudian mengendarai motor melewati sebagian kecil jalur Trans Seram ke arah barat.

Dengan pemandangan bermacam kebun, perbukitan, jalanan bersih dengan udara segar, saya benar-benar seperti merasakan pengalaman baru menikmati keindahan vegetasi alam dan geografis pulau Seram. Di perjalanan, selain rumah penduduk, saya juga melewati banyak jembatan dengan sungai besar berkerikil yang konon airnya hanya melimpah saat hujan tiba. Selain itu, hamparan kebun kelapa dan barisan kebun coklat menjadi pemandangan unik yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Tak hanya itu, para pedagang Durian terkadang bisa ditemui di pinggir jalan. Menjajakan durian pulau Seram yang terkenal dengan dagingnya yang tebal, harum, serta dipetik langsung dari pepohonan sehingga harganya sangat murah saat musimnya tiba.

Salah satu Gereja di Sepanjang Jalan Trans Seram

Salah Satu Jembatan Trans Seram yang Melewati Sungai

Bersantai sebelum melanjutkan perjalanan

Teluk Elpaputih

Semakin ke arah Barat, kami menikmati pemandangan Teluk Elpaputih dengan ombaknya yang tenang serta pasir putihnya yang terlihat jelas karena laut yang tidak begitu dalam. Di garis horison, saya bisa melihat pulau-pulau utama yang menjadi ‘satelit’ pulau Seram seperti Saparua dan Haruku di kejauhan. Saya dan kawan-kawan yang beristirahat di pinggir jalan, tepat di tepi teluk Elpaputih merasakan damainya hembusan angin laut dan deburan ombak hingga waktu terasa berjalan sangat lambat. Sayang, saya harus kembali ke Masohi dan tidak melanjutkan perjalanan hingga ke Piru, di mana kota tersebut terdapat pelabuhan yang lebih besar sebagai transportasi menuju Ambon dan pulau lainnya. Tapi malam harinya, saya menyempatkan diri memborong banyak Durian yang dijual murah di Kota Masohi.😀

Salah satu sungai besar

Pulau Saparua di Kejauhan

Perkebunan Cokelat di Seram

Memilih-milih durian

@winddo

Baca juga:

Bersantai di Pantai Natsepa (Seri Wisata Maluku dan Maluku Utara bag. 1)

Ingin Enteng Jodoh, Peganglah Belut Raksasa Ini! (Seri Wisata Maluku dan Maluku Utara bag. 2)

Masjid Al Munawwar Ternate, Keindahan Masjid Agung di Antara 3 Alam (Seri Wisata Maluku dan Maluku Utara bag. 3)

Sanana, Nafas Religius Kota di Maluku Utara (Seri Wisata Maluku dan Maluku Utara bag. 4)

Comments
  1. ardianto.benny says:

    jd ingat waktu kecil, lama aku tinggal di sana, tepat nya di kota bula, yg terkenal dgn ladang minyak …..

  2. arekmalang87 says:

    durian ambil gbrnya di muka maplaz yaaaaaa??????????

  3. rio laser says:

    hi, sy lahir d masohi tp besar di sulsel. rasanya rindu setengah mati sama masohi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s