5 Kebijakan Tidak Populer KRL Jabodetabek

Posted: September 22, 2012 in Kereta Mania
Tags: ,

dok. @krlmania

SEJAK manajemen KRL Jabodetabek dipisahkan kepengurusannya dari induknya, PT. KA (Kereta Api) kepada PT. KCJ (KAI Commuter Jabodetabek), banyak pihak berharap dengan pemisahan manajemen ini, kualitas pelayanan KRL Commuterline Jabodetabek dapat ditingkatkan. Selama ini, jika pimpinan PT. KAI dianggap menomorduakan layanan bagi para roker (rombongan kereta/pengguna Kereta Rel Listrik) yang sehari-harinya memanfaatkan jasa angkutan massal tersebut, maka PT. KCJ diharapkan lebih berfokus pada peningkatan pelayanan.

Alih-alih meningkatkan kualitas pelayanan, banyak pengguna mengeluhkan buruknya pelayanan angkutan massal ini. Pengguna KRL yang biasanya memanfaatkan kendaraan ini untuk beraktivitas pergi dan pulang kantor, mengeluhkan ketidaknyamanan yang mereka rasakan terutama di jam-jam sibuk pada pagi dan sore hari. Gangguan perjalanan kereta seperti kereta mogok, gangguan persinyalan, gangguan wessel (pemindah jalur), gangguan listrik, serta tidak tepatnya jadwal keberangkatan kereta menjadi ‘makanan’ sehari-hari para penggunanya. Di satu pihak, manajemen PT KCJ mungkin berupaya terus menerus untuk meningkatkan pelayanan, seperti misalnya memperbaiki peron-peron di stasiun, kontinuitas informasi keberadaan rangkaian, hingga peremejaan gerbong. Namun di pihak lain, banyak pengguna yang belum merasakan kepuasan dengan pelayanan yang ada. Seringkali penumpang menjadi korban keadaan saat terjadi kekacauan jadwal. Misalnya, jika satu rangkaian tidak bisa beroperasi, maka sudah bisa dipastikan rangkaian berikutnya akan terkena imbasnya dengan limpahan penumpang. Itu sebabnya, permasalahan menahun seperti atapers (penumpang yang naik di atap gerbong), sampai ketidakdisiplinan penumpang yang enggan membeli karcis, seolah-olah tidak pernah bisa diatasi.

Kereta Commuter Line

Saat manajemen KRL Jabodetabek praktis diurus oleh PT KCJ, banyak kebijakan-kebijakan baru dikeluarkan yang awalnya mungkin akan dapat meningkatkan kualitas pelayanan untuk para pahlawan-pengurang-emisi-gas-buang ini. Tetapi rupanya kebijakan-kebijakan tersebut malah menuai protes dari pengguna karena dianggap membingungkan dan hanya menguntungkan sepihak tanpa peningkatan kualitas layanan yang berarti. Berikut beberapa kebijakan PT KCJ yang menuai protes para pengguna Kereta Rel Listrik.

1. Penghapusan Kereta Ekspres
Awalnya ada dua jenis kelas KRL. Pertama, kelas ekonomi dimana kereta akan berhenti di setiap stasiun. Kedua adalah kelas eksekutif atau ekspres. Kereta jenis ini berpendingin udara dan hanya berhenti di stasiun-stasiun tertentu. Seiring dengan rangkaian KRL jenis ekonomi yang dinilai tidak layak jalan, secara bertahap PT KA memensiunkan banyak rangkaian KRL ekonomi dan menggantinya dengan jenis KRL berpendingin udara impor dari Jepang dengan kelas baru: Ekonomi AC. Mereka berpendapat rangkaian kereta ini lebih manusiawi dengan adanya pendingin ruangan namun berhenti di setiap stasiun dengan harga yang relatif murah. Belakangan, dengan alasan ‘sama rata-sama rasa’ KRL jenis ekspress dihilangkan dan diganti dengan Ekonomi AC (Belakangan diubah namanya menjadi KRL Commuter Line). Banyak pengguna terpaksa menggunakan KRL jenis ini dan harus menerima kenyataan naiknya harga tiket tetapi waktu tempuh yang ada semakin lama.

2. Pola Operasi Baru Perjalanan
Gampangnya, PT KCJ menerapkan single operation dan berhenti di setiap stasiun. Artinya, jika dulu ada dua macam kereta dari Bogor, yaitu arah Tanah Abang dan Jakarta Kota, kini penumpang harus transit di Manggarai jika ingin berpindah rute. Kebijakan ini diprotes karena sangat merepotkan terlebih lagi ibu-ibu hamil dan manula karena harus berpindah dari satu peron ke peron lainnya dengan jarak yang cukup jauh.

3. Denda Suplisi Limapuluh ribu rupiah
Terhitung mulai 1 Juni 2012, bagi penumpang yang kedapatan tidak memiliki tiket, akan dikenakan tarif suplisi atau denda sebesar Rp 50 ribu. Kebijakan ini mengundang kritik di saat peningkatan kualitas pelayanan yang tak kunjung dirasakan. Beberapa penumpang menantang manajemen KCJ untuk memberikan kompensasi yang sama apabila tidak bisa menepati jadwal keberangkatan ataupun saat terjadi gangguan.

4. Perpanjangan masa KRL yang tidak berhenti di Stasiun Gambir dan Senen
Menjelang hari raya Idul Fitri, untuk mengantisipasi arus mudik dan arus balik di stasiun-stasiun yang melayani perjalanan ke luar kota, maka setiap tahun PT KA ‘mengharamkan’ KRL berhenti di stasiun Gambir dan Senen. Tahun ini, masa perpanjangan tersebut diberlakukan hingga tanggal 30 September 2012, dari biasanya yang hanya hingga 10 hari setelah lebaran. Kontan hal ini diprotes oleh roker yang terpaksa harus turun di stasiun sebelum atau sesudah Stasiun Gambir dan menyambung dengan moda transportasi lain menuju kantor.

5. Rencana kenaikan tarif di bulan Oktober 2012
Dan yang paling banyak menuai protes adalah rencana kenaikan tarif sebesar 2000 rupiah menjadi Rp 9000 per 1 Oktober mendatang dengan sistem flat, alias jauh-dekat sama saja. Rencana ini sudah bergulir sejak bulan Juli 2012. Pernyataan dari petinggi PT KAI malahan menambah kisruh permasalahan. Salah satu pernyataan kontroversial yang dikeluarkan oleh PT KAI adalah “Bayar 7000 kok mau AC hidup”. Penumpang mengeluhkan belum adanya peningkatan pelayanan namun harga tiket hendak dinaikkan. Menjelang hari H, protes rencana kenaikan semakin meningkat terutama dari komunitas KRLMania. Kita lihat saja nanti apakah rencana kenaikan ini akan terlaksana, ataukah akan tertunda.

@winddo – krlmania.com dan dari berbagai sumber

Comments
  1. akmaludin says:

    Coba, aza kan ada DKI 1 giman tanggapanya

    • gerbongtiga says:

      Semoga aja DKI 1 lebih sensitif. Kemarin-kemarin itu pejabat dan menteri saat naik KRL bukan pada jam-jam sibuk sehingga penilaiannya kurang subjektif. Andainya mereka bisa merasakan betapa tak nyamannya naik KRL saat jam sibuk, pasti kebijakan pro-penumpang akan lebih diprioritaskan🙂. Thanks sudah mampir dan komentar.

  2. sediiiiiih…jurusan tangerang-kota, ga da lagi krl ekonomi, yg ada krl commuter yg harganya selangit…..ga kuaaaat!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s