Melawan Islamophobia Tabloid Newsweek dengan Candaan di Twitter

Posted: September 18, 2012 in Nyinyir
Tags: , , ,

TABLOID Newsweek edisi Senin 17-09-2012 memajang Cover pria beratribut Islam sedang berdemonstrasi dengan ekspresi kemarahan serta menulis besar-besar headline bertitel MUSLIM RAGE: How I Survived It, How Can We End It. Artikel tersebut mengacu pada tulisan oleh Ayaan Hirsi Ali, seorang kelahiran Somalia yang mendapatkan beasiswa di Belanda. Menurutnya, seluruh umat Islam di Dunia ini, tak hanya Islam radikal, “tidak tertarik dengan perdamaian” dan oleh karena itu harus dilawan.

Kemudian, artikel tentang “Kemarahan Muslim” yang jelas-jelas mengandung unsur Islamophobia tersebut mengundang reaksi. Kebanyakan menyayangkan penayangan gambar dan headline yang seperti ketinggalan jaman dan hanya memprovokasi serta mencari sensasi belaka. Lalu twitter @Newsweek pun mengundang para tweeps untuk berdiskusi mengenai artikel tersebut dengan tagar #MuslimRage. Lucunya, diskusi ini ditanggapi dengan lelucon dari umat Islam dan Non-Islam di seluruh dunia melalui Twitter. Seperti misalnya akun twitter @LSa192 yang berkicau: “Aku kehilangan anakku di bandara. Tidak dapat meneriakkan namanya karena (anaknya) bernama JIHAD #MuslimRage” Seorang lain yang memiliki akun @a_greenberg Andy Greenberg mengatakan, “Pria yang duduk di sebelahku sedang membaca Quran, dan dia menawarkan tempat duduknya pada seorang Ibu #MuslimRage” Kemudian ada lagi yang mengatakan “Tak mau repot menjelaskan soal halal-haram pada pelayan restoran. Maka saya memesan menu vegetarian #MuslimRage”. Bahkan penyanyi Maher Zain @MaherZain pun me-retweet beberapa kicauan dengan tagar #MuslimRage.

Rupanya, artikel yang mempertanyakan mengapa umat Islam seolah-olah gampang tersinggung apabila Nabi yang dicintainya itu dihina, malah ditanggapi dengan lelucon. Setelah pemberitaan mengenai protes dan demonstrasi mengenai film yang menghina Nabi Muhammad SAW, Innocence of Muslims, serta blow-up reaksi para demontsran di berbagai negara, lelucon di twitter ini seperti sebuah ‘perlawanan’ yang berbeda. Kebanyakan kicauan menunjukkan aktivitas muslim di seluruh dunia yang cinta damai dan mencoba menjalani syariat agama. Mereka mengolok-olok di twitter, apakah menjalankan kehidupan sebagai Muslim itu adalah sebuah kemarahan? Apakah, misalnya, mendapatkan kejelasan mengenai kehalalan sebuah makanan itu bisa dikatakan kemarahan? Sungguh, ini adalah sebuah bentuk protes yang cerdas sekaligus menghibur.

@windddo – Dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s