PROMETHEUS: Dahsyat, Namun Belum Menjawab Pertanyaan Besar

Posted: June 18, 2012 in Resensi Film/TV
Tags:

ALIEN (1979), film fiksi ilmiah horor yang disutradari oleh Ridley Scott, sukses besar menggedor nyali pemirsa yang menontonnya, sekaligus menciptakan teror baru di luar angkasa berupa monster ganas buruk rupa yang memangsa manusia di kapal ruang angkasa. Film ini juga mengukuhkan tokoh Ellen Ripley (Sigourney Weaver), astronot wanita tangguh yang mati-matian melawan serangan monster cerdik sampai tiga sekuel film berikutnya (Aliens (1986), Alien 3 (1993), dan Alien: Ressurection (1997)). Seandainya anda belum tahu plot cerita Alien, dikisahkan para pengelana ruang angkasa menemukan sebuah planet dengan telur-telur mahluk aneh yang berserakan. Salah satu telur itu meng-invasi seorang kru kapal dan akibatnya, mahluk alien lahir dari tubuh orang tersebut dan meneror serta membunuh awak kapal satu persatu dan menyisakan Ripley sebagai satu-satunya orang yang selamat.

Tiga puluh tahun kemudian, Sang Sutradara berniat untuk menjawab teka-teki dan asal-usul mahluk ganas tersebut. Alih-alih membuat sekuel berikutnya, Ridley Scott memilih untuk mundur beberapa dekade sebelum Ellen Ripley dan kawan-kawan menghadapi alien maut tersebut. Prometheus bertutur mengenai ilmuwan bernama Elisabeth Shaw (Noomi Rapace) dan kekasihnya, Charlie Holloway (Logan-Marshall Green) menemukan fakta bahwa semua suku bangsa kuno di dunia memetakan sebuah tempat di luar angkasa dengan mahluk pembimbing sebagai ‘guru’ mereka. Setelah ditelusuri, ternyata terdapat tata surya yang disinyalir memiliki satelit sebuah planet yang kondisinya mirip di bumi. Proyek ambisius seorang taipan yang takut mati, Peter Weyland (Guy Pearce), membawa para ilmuwan itu mengeksplorasi kehidupan di planet yang diyakininya sebagai asal-muasal peradaban Manusia di Bumi. Misi kapal ruang angkasa yang dipimpin Meredith Vickers (Charlize Theron), wanita tegas dan dingin, dan seorang android bernama David (Michael Fassbender) mulai menimbulkan banyak tanda-tanya bagi seluruh awak. Ditemukannya artefak dan patung berwujud wajah manusia di planet tak berpenghuni, serta ratusan tabung misterius dan penemuan mayat yang setelah ditelusuri ternyata DNA nya sama persis dengan manusia, malah membuat bingung seluruh awak. Benarkah bahwa mereka adalah ‘insinyur’ yang memulai kehidupan manusia di bumi? Lalu mengapa semakin lama malah semakin banyak bukti bahwa “saudara manusia bumi” ini berniat menghancurkan umat manusia?

Sementara itu, cairan misterius mulai meleleh dari tabung-tabung yang tersimpan. David dengan sengaja menguji-cobakan cairan itu kepada Charlie tanpa sepengetahuannya. Akibatnya, Elisabeth mengandung benih alien setelah berhubungan intim dengan Charlie. Tak ingin mengandung monster, Elisabeth dengan sekuat tenaga berusaha mengeluarkan mahluk itu dari tubuhnya. Anda mungkin akan bergidik ngeri melihat usaha Elisabeth mengoperasi dirinya sendiri untuk membuang mahluk dalam rahimnya itu. Sementara itu, satu persatu awak kapal tewas setelah dua dari mereka terinfeksi mahluk semacam cacing ganas dan mengacau di kapal. Kini tinggal Elisabeth sendiri yang berusaha memecahkan teka-teki mengapa mahluk mirip manusia itu bertekad kuat melanjutkan misinya menghancurkan bumi. Bahaya lain mengancam ketika monster yang tumbuh di rahimnya bertransformasi menjadi Alien yang kita kenal di film awal.

Oke. Jadi setelah menonton film ini teka-teki dari mana asal muasal monster Alien yang tampaknya sangat bergantung pada manusia untuk berkembang biak itu masih belum terjawab. Rupanya, kepentingan petinggi Hollywood untuk meraup lebih banyak Dollar membuat jawaban atas pertanyaan besar tersebut disimpan dulu untuk dijawab pada sekuelnya (cape deeeh). Walaupun demikian, menarik melihat aksi Noomi Rapace yang rapuh sekaligus bisa menjadi tangguh saat harus bertahan hidup, membuatnya menjadi femme fatale yang baru layaknya tokoh Ellen Ripley. Theron bermain serius sebagai wanita ambisius yang dingin tanpa belas kasih. Sedangkan Fassbender membuat penonton kesal, karena tak jelas misinya apakah sebagai robot dia ingin menolong manusia, ataukah ada kepentingan lain yang diperintahkan kepadanya. Pertempuran spektakuler, ketegangan yang meningkat membuat penonton mengantisipasi kejutan apa yang akan disuguhkan berikutnya. Tapi jika boleh berandai-andai, maka saya memiliki beberapa teori mengenai asal-usul para monster Alien itu berasal, sambil menunggu jawaban di film selanjutnya.

1. Cairan hitam dalam tabung itu semacam virus yang menyebabkan mutasi genetik. Kemungkinan, cacing di planet yang terendam cairan hitam dan bertransformasi menjadi facehugger (pemeluk muka) itulah cikal-bakal alien dan bentuknya lebih sempurna ketika menginfeksi manusia.

2. Manusia di bumi adalah semacam inang yang dikembang-biakkan para Alien agar telur-telur mereka bisa lahir sebagai monster dengan sempurna. Itulah sebabnya, para “Insinyur” mengungsikan mereka di planet bumi untuk suatu saat dapat dimanfaatkan kembali sebagai inang.

3. Para “Insinyur” tidak senang dengan peradaban manusia di bumi karena bertingkah arogan, sehingga mereka memutuskan untuk membinasakan seluruh umat manusia.

Walaupun mencoba menghadirkan pertanyaan spiritual mengenai asal muasal penciptaan Manusia apakah diciptakan Tuhan ataukah migrasi dari planet lain, hal ini tidak menjadi esensi dari film Prometheus. Tak usah dianggap serius. Benar kata Elisabeth Shaw, walaupun dia menemukan kebenaran, tak jadi masalah karena dia memilih untuk memercayai apa yang dia imani.

@windddo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s