Haruskah Saya Kembali Menggunakan BlackBerry?

Posted: March 13, 2012 in Nyinyir
Tags: , ,

Yeah! Entah sudah berapa lama sejak saya memposting tulisan tentang ponsel yang saya pakai sepanjang masa di sini. Waktu itu saya bilang saya belum tertarik untuk memakai ponsel bermerek Blackberry yang kala itu sedang panas-panasnya menggeliat laksana penari seksi berpakaian minim di warung remang-remang. Kenyataannya, sejak Oktober 2010 saya menggunakan ponsel Blackberry kelas low-end (Sebut saja tipenya ya? GEMINI) dengan kemampuan ‘ponsel cerdas’ yang minim fitur alias pas-pasan.

Sejak awal pun saya bukan termasuk tipe orang yang memang akan memaksakan diri berlangganan layanan lengkap operator yang membuat penggunanya , termasuk saya, bebas mengunduh puluhan aplikasi yang digadang-gadang bisa mempercantik dan menghibur pemilik ponsel dan bebas berselancar di dunia maya seharian. Saya memilih berlangganan layanan Blackberry terbatas, sebatas untuk pesan instan (Blackberry Messenger), Yahoo Messenger, Facebook, dan Twitter. Itu sudah cukup buat saya karena yang namanya ponsel Blackberry ya ‘keunggulannya’ adalah pesan instan itu kan?

Beberapa bulan lalu, setelah dipakai setahun lebih sedikit, ponsel Blackberry saya mulai “ngadat”. Awalnya beberapa tombol mulai ngambek tak mau menampilkan huruf saat dipijit. Kemudian layar si ponsel mendadak memutih jika terlalu lama dipakai. Yang lebih parah, si ponsel blackberry secara ajaib me-restart dirinya sendiri tanpa diperintah. Aneh. Karena seperti yang saya bilang, saya tidak pernah kesurupan mengunduh aplikasi-aplikasi yang ada di Blackberry App World yang seringkali dikeluhkan banyak penggunanya karena akan membuat si ponsel beri hitam ini menjadi ‘lemot’ kinerjanya.

Ternyata baterai si ponsel menggendut seiring usia yang bertambah sehingga tidak sanggup lagi mengusung kebutuhan ponsel yang boros energi. Akhirnya saya menyerah dan memilih untuk mengistirahatkan ponsel BB saya dalam batas waktu yang tidak ditentukan. Dan, hmm… ternyata tanpa layanan BB, hidup saya bisa berjalan dengan normal walau pada awalnya merasa seperti ada yang hilang di telapak tangan yang menggatal.

Dan hari ini, setelah saya merasa terlalu banyak menyimpan nomor kontak kolega dan teman di ponsel Blackberry, akhirnya saya memutuskan untuk membangkitkan si ponsel dari mati surinya. Saya membeli baterai baru. Sambil menunggu esok hari di mana saya akan mengaktifkan lagi nyawa layanan si Blackberry, saya mencoba menimbang-nimbang alasan mengapa saya harus memakai lagi ponsel Blackberry atau malah tidak sama sekali. Berikut saya akan coba jabarkan.

Mengapa Blackberry saya harus dipertahankan:

1. Pesan Instan

Semua orang juga paham kalau alasan orang memakai ponsel Blackberry karena adanya layanan BlackBerry Messenger yang memungkinkan sesama pengguna bertukar pesan teks, foto, file ataupun lagu. Dengan identitas pemilik yang berbeda-beda, menggunakan PIN tentu saja, sesama pengguna bisa mudah terkoneksi dan saling berganti kabar melalui update. Dan untuk saya, karena pengguna BB di kantor saya juga banyak, maka lumayan penting buat saya untuk terkoneksi dengan teman-teman kantor dan juga teman-teman saya yang lain, serta mendapat info terkini mengenai mereka.

2. Social Network

Dengan informasi update secara real-time, notifikasi bahwa seseorang berkomentar di status FB kita, me-mention kita di twitter, membuat saya bisa segera membalas semua komentar dan mention kembali tanpa harus menunggu membuka laptop terlebih dahulu.

3. Koreksi Ejaan Kata

Siapa sih yang tak ingin salah ketika menulis dengan Bahasa Inggris? Sejak menemukan fasilitas auto-correct di ponsel Blackberry, saya merasa terbantu apabila hendak menuliskan kalimat dalam Bahasa Inggris terutama bila saya tidak yakin ejaannya benar.

Mengapa BlackBerry Saya Harus Diistirahatkan:

1. Substitusi Pesan Instan

Tak perlu memaksakan diri untuk memakai layanan BlackBerry Messenger untuk bertukar pesan. Banyak alternatif lain seperti Yahoo Messenger, dan yang terkini adalah WhatsApp Messenger yang bisa digunakan ke pengguna ponsel cerdas tipe lain. Selain itu, kini layanan SMS sudah relatif sangat murah. Tak ada bedanya jika hanya sekadar bertukar pesan teks lewat SMS ataupun BBM.

2. “Smart Phone for Stupid People

Masih perlu contoh? Nih, contohnya: Menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya, menyebarkan takhayul atau berita bohong, enggan membalas SMS karena merasa ‘sok’ sudah menggunakan BBM, menyebar gambar porno, menyebar lelucon basi yang itu-itu saja. Broadcast Message yang tidak penting, tes kontak (what the fuck was that?) dan lain-lain.

3. Boros Energi

Masih perlu dijelaskan betapa borosnya ponsel blackberry saya hingga mengganti baterai?

4. Isu-isu yang Menyerang BlackBerry

Dari mulai keengganan produsen Blackberry, RIM (Research In Motion), untuk membuka server dan pabrik di Indonesia sehingga terancam dengan pembekuan layanan, menurunnya popularitas ponsel Blackberry di mancanegara, hingga kegilaan para calon pembeli yang rusuh akibat ingin membeli ponsel seri terbaru mereka, membuat ponsel Blackberry seakan surut pamor.

5. Alternatif Lain Ponsel Cerdas

Dibayangi ponsel bersistem operasi Android, iOS (pada iPhone), dan yang terkini, mulai dipanaskan lagi dengan masuknya ponsel berbasis Windows dengan harga murah, makin menggoyang keberadaan Blackberry di Indonesia. Hey! Saya pun pengguna ponsel Android lho…😀

Dilihat dari data di atas, tentu saja buat saya lebih baik tidak lagi memakai ponsel Blackberry kembali. Sekarang saya tinggal menunggu inspirarsi di Pagi hari. Terus menggunakan, atau diistirahatkan? Semoga saya mendapat ilham malam ini.😀

Comments
  1. dermentor says:

    Ganti iPhone bang..😀
    BB udah terlalu menjelata..
    Tukang ojek nanyain PIN.. Si mamang ketoprak langganan minta PIN.. pengemis di kereta update status fbnya via blackberry..
    Btw gw emang temenan ama mereka, hahahaa.

  2. udah siang nih kakak, jadi keputusannya apa?😀

  3. tata says:

    jd ngarep si bebe cepet rusak,trus ganti hp abal” aja..nggak rempong😀

  4. buayab says:

    blackberry…? Wkwkwk. Hpnya para alay. Orang bisnis skrg pke wp.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s