Don’t Be Afraid Of The Dark – Serangan Mahluk Jahat Penculik Anak-anak

Posted: January 23, 2012 in Resensi Film/TV
Tags:

Sepertinya sudah lama saya tidak melihat genre horor creature atau mahluk. Belakangan ini, horor lebih banyak bertemakan mahluk vampir-zombie, dan slasher yang dipenuhi cipratan darah. Don’t be afraid of the dark, film yang rilis tahun 2010 ini, (saya selalu merasa sedikit menyesal dan kesal kalau menonton film yang rilis sudah agak lama di bioskop) mengikuti pakem horor-mahluk yang meneror setiap tokoh di filmnya. Biasanya mahluk peneror ini digambarkan sangat cerdik dan cerdas sehingga mudah memperdaya orang-orang hingga tewas.

Dongeng mengenai anak-anak yang diculik mahluk jahat jika berkeliaran menjadi tema utama film ini. Alex (Guy Pearce), dan pacarnya, Kim (Katie Holmes) adalah pasangan arsitek dan desain interior. Mereka bekerja merenovasi rumah-rumah lama, memperindahnya, dan menjualnya kembali. Alex yang dikisahkan telah bercerai dengan istrinya, menyambut kedatangan anak gadisnya yang berusia 8 tahun bernama sally (Bailee Madison). Mereka tinggal di kediaman yang dahulu merupakan milik dari Emerson Blackwood yang menghilang secara misterius bersama anak lelakinya lebih dari seabad lalu. Sally yang merasa diabaikan oleh kedua orangtuanya yang bercerai, memusuhi Kim yang dianggapnya merebut Ayahnya dari Ibunya. Sally yang kesepian mulai mendengar panggilan aneh dari lantai bawah tanah. Awalnya mereka tidak menyadari adanya lantai bawah tanah sampai Sally menemukannya. Didorong rasa penasaran, Sally membuka pintu misterius yang menyebabkan terlepasnya mahluk-mahluk mengerikan yang mencoba membawa Sally ke dunia Mereka. Sally yang mulai diteror mahluk yang menyukai kegelapan itu mencoba memberitahukan pada Ayahnya dan Kim, namun sama sekali tidak dipedulikan. Bahkan Sally dituduh sengaja membuat kekacauan di rumah tua itu. Sementara teror mahluk-mahluk mengerikan itu mulai semakin berani, Sally harus berjuang mati-matian agar selamat dari usaha mahluk itu mengajaknya ke dunia mereka.

Ini adalah film dimana saya bisa menikmati kembali akting salah satu aktris favorit saya, Katie Holmes. Aktingnya sebagai Kim, cukup meyakinkan ketika dia berusaha mendekati Sally, anak kecil yang mungkin suatu saat akan menjadi anak tirinya. Guy Pearce, yang terakhir kali saya lihat berperan sebagai King Edward VIII dalam The King’s Speech, cukup membuat gregetan penonton karena berkali-kali lebih mementingkan urusan pekerjaan daripada memercayai ucapan anak gadisnya. Bailee Madison bermain apik sebagai gadis yang merasa terbuang dan akhirnya harus melawan sendiri mahluk-mahluk kecil jelek yang takut dengan cahaya terang di rumahnya. Akankah Sally selamat dari serangan mahluk yang mengingkan jiwanya? semuanya terjawab di bagian akhir film yang disutradarai Troy Nixey ini.

Secara keseluruhan, film bernuansa gotik dan gelap ini menawarkan banyak adegan suspens ketimbang melulu menampilkan horor atau penampakan yang mengejutkan. Menarik sekali melihat adegan Sally yang berani sekaligus ketakutan berjuang mati-matian melawan mahluk-mahluk itu. Di jamin, sepanjang film anda akan berusaha menutup mata mengantisipasi kejutan-kejutan dan teror-teror mahluk itu yang tak kalah cerdas dari manusia. Sayang, teknologi CGI yang menghadirkan mahluk-mahluk prasejarah itu masih kurang halus dan alami walau cukup bisa membuat anda bergidik ngeri.

(follow my twitter: @windddo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s