Gulliver’s Travels : Jika Jack Black Menjadi Raksasa

Posted: January 4, 2011 in Resensi Film/TV
Tags:

Mungkin ada yang masih ingat dongeng klasik karya Jonathan Swift yang mengisahkan perjalan seorang manusia ke negeri Liliput dimana penghuninya adalah mahluk setinggi 15 sentimeter? ya! kali ini novel tersebut berusaha dimodernkan dengan tetap memegang plot orisinal. Lemuel Gulliver (Jack Black) dikisahkan sebagai pegawai pengantar surat di kantor penerbitan yang jatuh cinta pada Darcy (Amanda Peet), wanita cantik editor tulisan mengenai perjalanan. Lemuel yang kerap gugup mengajak Darcy kencan, mengarang cerita bahwa dia sanggup menulis mengenai travelling. Akhirnya dia ditugaskan untuk meliput daerah di segitiga bermuda sendirian. Rupanya kejadian aneh menimpa kapal Gulliver yang terseret pusaran air dan ketika tersadar dirinya sudah diikat dan dikelilingi manusia mungil seukuran jarinya.

Dianggap mengerikan, Gulliver ditahan dan dipekerjakan seperti budak. Namun atas jasanya pada raja Theodore, pemimpin negeri Liliput, Gulliver dibebaskan dan diperlakukan layaknya pahlawan. Gulliver yang merasa dirinya tak diinginkan lagi di New York, terlebih ketika Darcy mengetahui kebohongannya menjiplak tulisan, membuatnya enggan meninggalkan negeri Liliput. Sementara itu, negeri Liliput menghadapi ancaman dari negara tetangganya: Blefuscu, dan juga Gulliver dipusingkan dengan cinta segitiga antara Horatio sang petani kepada Putri Mary (Emily Blunt), sementara sang puteri sudah dijodohkan kepada Jenderal Edward yang dari awal sangat membenci Gulliver. Mau tak mau, Gulliver harus membereskan kekacauan yang terjadi terlebih saat Jenderal Edward yang membelot terang-terangan mengajak duel Gulliver sambil menahan Darcy yang juga terjebak di negeri Liliput.

Lama tak terdengar sejak mengisi suara Panda gemuk Po di film Kung-Fu Panda, Jack Black kembali dengan tipikal one-man-show nya di film. Tapi kali ini Jack tidak over-all merubah karakter Gulliver menjadi dirinya sendiri di film besutan Rob Letterman ini, walau ada beberapa adegan kelucuan disuguhkan sangat tipikal Jack Black yang, well.. tidak tahu malu. Momen-momen kelucuan juga timbul saat Gulliver memarodikan beberapa memorable scene dari film terkenal dalam pertunjukan teaternya. Untunglah, Jack Black masih sedikit menurut dan tidak terlalu berlebihan. Chemistry-nya dengan Horatio si Petani miskin juga lumayan menghibur dan mengundang tawa. Hanya saja, beberapa aktris dipasang seolah hanya menjadi tempelan. Amanda Peet yang tahun lalu berakting di film 2012 agak kurang meyakinkan memerankan seorang editor yang bisa jatuh cinta pada Gulliver. Sementara Emily Blunt, pemeran Puteri Mary, yang aktingnya memikat dalam film Devil Wears Prada terlihat canggung dan cenderung tidak konsisten berperan sebagai puteri yang manja. Secara keseluruhan, film ini cukup menghibur untuk di tonton saat pergantian tahun.

-EA-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s