Karena Kita Istimewa

Posted: July 7, 2010 in Lain-lain
Tags: ,

Saya pernah membaca sekilas sebuah novel remaja. Awalnya berbunyi kira-kira seperti ini: “Aku hanyalah seorang gadis biasa-biasa saja. Yang menjalani kehidupan biasa-biasa saja.” Mau tahu apa yang saya lakukan? segera setelah menyelesaikan kalimat itu, saya langsung menutup novel tersebut dan enggan untuk terus membaca. Maksud saya, jika memang hidup anda biasa-biasa saja, tentunya tak banyak hal menarik yang bisa diceritakan di dalam novel tersebut kan? saya heran juga melihat novel itu termasuk tebal kalau hanya untuk bertutur mengenai kejadian ‘biasa-biasa’ saja. Mungkin saya hanya berburuk sangka, siapa tahu novel itu memang menarik kan? tapi saya orangnya tidak sabaran, kalau tidak ada sesuatu hal dari awal yang bisa membuat saya tertarik untuk meneruskan membaca, maka saya tidak akan melakukannya.

Buat saya, semua orang tidak mungkin menjalani kehidupan dengan biasa-biasa saja. Misalnya begini, kalau saya mengatakan bahwa saya hanyalah seorang pria biasa, yang sehari-harinya naik kereta, berdiri di gerbong tiga sambil membaca koran dan mendengarkan musik dari ponselnya. Membosankan bukan? karena banyak orang seperti itu. Lalu mengapa saya berani mengatakan kalau saya tidak biasa-biasa saja? Karena kalau dideskripsikan lagi, maka penjelasan mengenai saya akan menjadi seperti ini: Saya seorang pria yang sehari-harinya menggunakan kereta dari rumah menuju tempat kerja. Tidak sekalipun saya pernah terlambat menuju stasiun ataupun tidak membeli tiket. Saya selalu membeli koran Media Indonesia hanya kepada penjual langganan saya. Dan saya tidak lupa untuk tersenyum saat menerima koran yang dia angsurkan. Saya menunggu tepat di tempat kira-kira pintu gerbong akan membuka. Ketika masuk gerbong, saya mendahulukan wanita dan naik tidak dengan terburu-buru, dan mengambil tempat yang tidak akan mengganggu orang lewat. Saya tidak menggunakan kursi lipat ataupun menggelar koran karena itu akan mengganggu dan mengambil hak orang lain. Saya akan meletakkan tas saya di rak barang sehingga tidak menyempitkan ruang, membaca koran sambil mendengarkan musik dengan santai dan saya tidak akan bercakap-cakap terlalu keras.

Tidak ada orang yang biasa-biasa saja. Setiap orang memiliki keistimewaan. Contohnya begini. Ketika ada seorang bapak terburu-buru meloncat ke dalam kereta di sebuah stasiun dan menyebabkan pintu kereta membuka kembali dan perjalanan agak terhambat. Beberapa pasang mata menyalahkan si bapak itu. Tapi yang saya lihat berbeda. Si bapak sepertinya sengaja turun di stasiun dari kereta sebelumnya untuk membeli sebungkus asinan segar di stasiun itu. Wajahnya kelihatan puas dan dia menggenggam bungkusan itu dengan mantap. Mungkin saja dia membeli asinan segar itu untuk istrinya atau anaknya karena dia tahu di tempat itulah dijual asinan segar yang paling enak. Yang terlihat oleh saya adalah seorang pria istimewa karena bersusah payah meluangkan waktu dan sedikit terlambat karena ingin menyenangkan keluarganya dan dia bangga bisa melakukan itu.

Jadi, mengapa kita tidak berusaha menambahkan ‘nilai’ kepada diri sendiri? kita menjadi istimewa tidak hanya karena menjadi bagian dari sesuatu yang istimewa. Tetapi kita bisa menjadi istimewa karena kita yakin memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Kita menjadi berharga karena kita terus berusaha menambahkan nilai lebih kepada diri sendiri. Maka, ketika kita memulai hari, yakinlah bahwa anda adalah seorang yang istimewa. Pandanglah orang lain karena mereka juga memiliki keistimewaan. Saya yakin, hari-hari anda tidak akan dilalui dengan biasa-biasa saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s