RUMAH KENTANG: Kembali Mengangkat Tema Horor Legenda Urban

Posted: September 29, 2012 in Resensi Film/TV
Tags: , , ,

Farah meyakinkan Rika, adiknya, untuk pindah rumah

SEMPAT di-mention dalam film Jelangkung (2001), Rumah yang terkenal karena keangkerannya di Jalan Dharmawangsa, Jakarta ini akhirnya diangkat ke layar lebar. Rumah Kentang, salah satu legenda horor di masyarakat yang kabarnya dihantui oleh mahluk gaib beraroma kentang ini dibuat filmnya oleh maestro film horor Indonesia sekaligus pionir kebangkitan film Nasional, Jose Poernomo. Jose yang bekerjasama dengan Rizal Mantovani dalam penggarapan film Jelangkung ini kembali dengan penyutradaraan film horor dengan mengedepankan aspek misterius dan ketegangan suasana horor serta kehadiran lelembut tanpa gembar-gembor penampakan.

Ceritanya, dua gadis manis, Farah dan Rika, terpaksa pindah ke rumah mendiang Mamanya setelah sang Mama meninggal dunia. Farah yang berhenti kuliah, berusaha menjadi kakak sekaligus kepala keluarga yang mengurusi segala hal mengenai keuangan, termasuk menjual rumah peninggalan mamanya. Usaha ini dilakukannya agar bisa menyelamatkan kondisi finansial mereka yang terpuruk sekaligus merawat adiknya yang shock selepas kecelakaan. Rika yang memiliki indera ke-enam awalnya enggan pindah ke rumah mewah namun menyeramkan itu. Keanehan demi keanehan mulai terjadi menimpa mereka berdua. Setelah Rika terluka parah, Farah yang awalnya tak percaya, mau tak mau harus mengakui bahwa rumor mengenai keberadaan hantu anak kecil dengan bau kentang yang menyengat di rumah tersebut, benar adanya. Dibantu oleh Arman kekasihnya, Farah berusaha memecahkan misteri dapur yang terkunci, wajan besar, serta kaitannya dengan kemunculan si anak kentang yang meneror mereka.

Rumah baru mereka angker dan menyeramkan

Farah selalu diganggu oleh mahluk halus

 

Setelah belakangan ini film horor Indonesia ‘dikotori’ oleh genre horor-komedi dan horor-seksi dengan penampakan dedemit yang makin narsis diiringi dengan score yang memekakkan telinga, Jose Poernomo mencoba mengembalikan film horor ke ‘jalan yang benar’ seperti masa film Jelangkung dulu. Cukup akting pemain ditambah musik menegangkan, maka penonton bisa merasakan kehadiran si mahluk halus sambil berdebar menantikan kemunculannya. Secara estetika, Jose berusaha memanfaatkan set dan properti yang terbatas dari berbagai angle. Karena memang film ini seputar rumah, sutradara harus pintar-pintar mencari cara agar gambar-gambar tiap scene-nya tidak membosankan. Sayangnya, akting Shandy Aulia yang memerankan Farah, masih terjebak pada tipikal gadis teraniaya. Bedanya, bila di sinetron Shandy di-bully oleh tokoh antagonis, kini dia dianiaya oleh si hantu kentang. Tasya Kamila, mantan penyanyi cilik, cukup mengundang simpati penonton dengan karakter rapuh-traumatisnya. Jose juga masih membubuhkan beberapa adegan komedi tanpa terkesan berlebihan. Tapi ada adegan yang menurut saya cukup mengganggu. Diceritakan saat mereka pindah, listrik di rumah itu belum menyala, namun bel listrik masih berfungsi. Hmm…. jadi, bagaimana nasib dua gadis cantik itu? Kalau anda penasaran dan pencinta film horor, silakan anda tonton film ini di bioskop mulai tanggal 4 Oktober nanti. :D

@windddo

Poster film Rumah Kentang

RUMAH KENTANG (2012) | HITMAKER STUDIOS – PT SORAYA INTERCINE FILMS | PRODUSER: RAM SORAYA | PEMAIN: SHANDY AULIA, TASYA KAMILA, GILANG DIRGAHARI, KI KUSUMO | SUTRADARA: JOSE POERNOMO

About these ads
Comments
  1. Pitt says:

    Bell kan ada yg pake batre bang, jd bs hidup sehhh, hahahhaha :D
    Tulisan yg keren bang, jd pengen nonton :)

  2. iswbanna says:

    wow keren reportasenya
    btw iya setelah dipikir2 bel ada juga yg pake batere
    cuman ada satu adegan yan ridiculous
    kenape harus pake lilin kayak putri athena teruz ya?
    ga beli senter apa tuh farah?

  3. jev says:

    Kurang serem filmnya

  4. hannavi serinz says:

    sebaik flim indonesia tidak usah ditayangkan lg soalnya diflim indonesia pasti tidak benar yg ada adegan diperkosa lah itu tidak baik iya kalau misalnya orang dewasa yg melihat jika anak keci bagaimana sih sutradara nya ga bener

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s