Mengapa Tulisan Tangan Saya Semakin Jelek?

Posted: February 2, 2012 in Lain-lain

Suatu hari saya mengikuti meeting di kantor. Biasanya saat meeting ada poin-poin penting yang saya catat di notes selain tentu saja bergantung pada hasil ketikan notulen rapat. Meeting selesai, saya membuka kembali catatan saya. Alamak! saya bingung sendiri ketika mendapati banyak kata-kata yang saya tulis ternyata sulit atau bahkan tidak bisa saya baca sendiri. Ada apa ini?



Mungkin sewaktu sekolah dulu, saya bukan orang yang tulisan tangannya sangat indah. Malah seingat saya beberapa kali wali kelas saat SD mencantumkan catatan kecil di sudut rapor: “Harap perbaiki tulisanmu” hehehe… sepertinya sampai masuk masa SMA tulisan tangan saya hampir tidak tertolong jeleknya. Beruntung saat kelas 3 SMP, saya terinspirasi teman saya yang bernama Anton Hilman (Where are you right now? fb mu ga ketemu). Saat kelas satu dan dua SMP, tulisan tangannyapun sebelas-duabelas jeleknya dengan tulisan tangan saya. Anehnya, ketika kelas tiga, mendadak dia bisa menulis dengan bagus dan catatan di buku tulisnya terlihat sangat rapi. Waktu itu dia bilang, “sekarang kan mau ujian. Masa musti belajar dari catetan yang gak bisa kebaca?” Tapi toh saya tidak menuruti sarannya dan tidak berusaha pula memperbaiki tulisan tangan saya.

Sampai akhirnya saya masuk SMA, perlahan tulisan saya menunjukkan tingkat ‘kedewasaan’ nya dan tidak lagi tercermin betapa pemalasnya saya kalau menulis. Tidak terlalu indah dan rapi memang, tapi minimal orang lain yang membacanya tidak perlu mengerutkan kening akibat tidak mengerti apa yang saya tulis. Itulah sebabnya, saya bingung. Kenapa tulisan ‘cakar ayam’ saya sekarang mendadak muncul kembali? Sudah saya gugling di internet mengenai hal ini, tapi rupanya memang tidak ada yang benar-benar membahas kejadian yang saya alami secara spesifik. Akhirnya saya mencoba berspekulasi mengapa saya nyaris tidak bisa lagi menulis dengan rapi kalau tidak benar-benar memaksakan diri.

Salahkan komputer?

Terlalu sering menggunakan piranti komputer dan keyboardnya mungkin membuat jari-jari saya tidak lagi terlatih untuk membuat bentuk huruf-huruf yang sudah dipelajari. Otak sepertinya sudah terbiasa melakukan sinkronisasi dengan jari-jari untuk lebih mengenal bentuk huruf yang ada di keyboard daripada harus bersusah payah menuliskannya. Selain itu, mungkin karena jarang digunakan untuk menulis, akhirnya telapak tangan kita semakin kehilangan kekuatannya untuk menggenggam pena dan menulis. Lalu saya berpikir, bagaimana jadinya kalau dari kecil anak-anak generasi sekarang sudah dibiasakan menulis melalui keyboard baik dengan komputer maupun dengan keypad pada ponsel? belum lagi kalau teknologi layar sentuh sudah menjadi umum, bahkan kita hanya menyentuh keypad maupun keyboard virtual saja tanpa perlu menggunakan tenaga. Atau bagaimana kalau misalnya teknologi pengenal perintah suara sudah semakin canggih? bisa-bisa kita akan semakin manja tak lagi mau menulis dengan pena atau alat tulis manual dan lama-lama tulisan tangan akan punah.

Benarkah seekstrim itu? bahwa manusia tak akan lagi menulis dengan tangan? mungkin tidak sampai sebegitunya, sih. Tapi mungkin memang semakin banyak orang yang tidak lagi terbiasa menulis dengan tangan. Dan kalau kasusnya sama seperti yang saya alami, bisa dibilang akan semakin banyak orang yang tulisan tangannya semakin jelek. Syukurlah, kecanggihan teknologi sekarang juga sudah menawarkan opsi Hand-writing recognizer, semacam piranti atau aplikasi yang disematkan pada ponsel dan gadget high-end sekarang ini. Jadinya, ya… mungkin kita masih bisa berharap ke depannya masih ada yang melestarikan penggunaan tulisan tangan, walau saya curiga sebenarnya aplikasi pengenal tulisan tangan ini lebih cocok untuk para usia senior yang memang tidak terbiasa menggunakan tombol ketik pada perangkat yang mereka miliki. Hehehe…

Mungkin agar otak kita tidak lupa caranya menulis dengan tangan, ya harus sering-sering berlatih menulis tanpa menggunakan komputer. Mulailah menulis poin-poin pada meeting dengan rapi. Lakukan olahraga ringan untuk memperkuat jari-jari dan telapak tangan dan untuk menghindari kekakuan. Sesekali boleh dicoba juga menyalin nomor telepon yang ada di ponsel dan mencatatnya di agenda atau buku alamat. Tidak semua hal harus di catat di gadget/komputer kita kan? termasuk jadwal kerja? Belajarlah menggunakan agenda dalam bentuk buku dan mencatat rencana kerja kita di situ. Untuk yang sudah memiliki anak, bisa juga melatih tulisan tangan kita sambil mengajari anak. Semoga saya tidak malas lagi dan tulisan tangan saya kembali bisa terbaca. :)

by @windddo

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s